Respons Gempa NTT Diperkuat, Bantuan Jangkau 3 Desa Terdampak

Sedang Trending 12 jam yang lalu
Respons Gempa NTT Diperkuat, Bantuan Jangkau 3 Desa Terdampak MHU berbareng Kementerian ESDM memberikan support kepada korban gempa NTT.(MHU)

Penanganan masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, diperkuat melalui kerjasama beragam pihak. Dukungan mencakup penyaluran kebutuhan dasar ke tiga desa, pelayanan kesehatan, penyediaan tempat tinggal sementara dan air bersih, hingga pencarian, pertolongan, serta pemindahan penduduk dan peralatan terdampak.

Tim Emergency Response Team (ERT) PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMSGI, bergerak berbareng Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai. Tim ERT MHU tiba di Labuan Bajo pada Kamis (20/8) sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Posko ESDM Siaga Bencana di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Tim kemudian menyalurkan support logistik kepada masyarakat di Desa Lemarang, Desa Robek, dan Desa Paralando, Kecamatan Reok.

Bantuan tersebut meliputi kebutuhan tempat tinggal sementara, bahan pangan, perlengkapan rumah tangga, serta kebutuhan kebersihan. Sebanyak 50 lembar terpal, 30 selimut, dan 20 tikar disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara warga. Selain itu, support juga mencakup bahan pangan dan perlengkapan kebersihan, termasuk kebutuhan unik bagi bayi dan wanita seperti popok bayi, pembalut, minyak telon, dan susu formula.

Dengan menjangkau tiga desa, pengedaran support tidak hanya terpusat di sekitar posko, tetapi juga diarahkan langsung kepada masyarakat di wilayah nan terdampak gempa. Selain memenuhi kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan menjadi salah satu konsentrasi dalam penanganan masyarakat terdampak. Tim medis MHU memberikan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan di Desa Watu Tango serta Posko 2 ESDM Siaga Bencana.

MHU juga menyerahkan obat-obatan dan perlengkapan medis sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu keberlangsungan pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat.

Di Desa Dampe, Kecamatan Lamba Leda, ERT MHU turut mendukung penyediaan tandon dan pemasangan instalasi air untuk kebutuhan posko kesehatan serta dapur umum. Sementara itu, personel rescuer MHU terlibat dalam aktivitas pencarian dan pertolongan alias SAR. Tim juga membantu mengevakuasi barang-barang milik penduduk dari rumah nan terdampak gempa.

Dukungan lainnya diberikan di Dusun Nangkas, Desa Paralando. Selain mendistribusikan support logistik, tim turut melaksanakan aktivitas support psikososial alias trauma healing bagi masyarakat terdampak.

Koordinasi lintas pihak juga dilakukan selama proses tanggap darurat. ERT MHU mengikuti obrolan berbareng rombongan Staf Khusus Menteri ESDM, Komjen Pol. (Purn.) Rudy Sufahriadi, di Desa Watu Tango dan Posko 2 ESDM. Tim medis MHU juga mengunjungi kapal bantu rumah sakit TNI AL, KRI dr. Soeharso-990, untuk berkoordinasi mengenai support pelayanan kesehatan bagi masyarakat nan terdampak gempa.

Presiden Direktur PT Multi Harapan Utama, Kemal Djamil Siregar, mengatakan keterlibatan ERT MHU merupakan bagian dari kesiapsiagaan perusahaan sekaligus corak kepedulian terhadap masyarakat nan memerlukan support dalam kondisi darurat.

“Dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan respons menjadi sangat penting. ERT MHU kudu selalu siap bergerak berbareng ESDM dan unsur terkait, datang langsung di lokasi, serta memandang kebutuhan masyarakat secara nyata. Prioritas kami adalah memberikan support nan betul-betul dibutuhkan, mulai dari jasa kesehatan, evakuasi, air bersih, obat-obatan, hingga kebutuhan dasar lainnya,” ujar Kemal.

Menurut Kemal, kesiapsiagaan tim tidak hanya berjuntai pada keahlian teknis penyelamatan. Kemampuan bekerja secara terkoordinasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan kondisi di lapangan juga menjadi bagian krusial dalam penanganan situasi darurat.

“Kami berambisi kehadiran ERT MHU dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak. Setiap support kudu diberikan secara responsif, cekatan, dan terkoordinasi agar support dapat sampai kepada masyarakat nan betul-betul membutuhkan,” lanjutnya.

Keterlibatan ERT MHU berbareng ESDM menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah, tenaga medis, personel penyelamat, dan sektor upaya dalam merespons kondisi bencana. Kolaborasi tersebut memungkinkan support diberikan dalam beragam bentuk, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, penyediaan air bersih, support psikososial, hingga pencarian dan evakuasi.

Bagi MHU, keterlibatan dalam penanganan gempa tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan ERT agar dapat memberikan support secara cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika terjadi situasi darurat. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia