
Pembalap Tim Aprilia Racing, Marco Bezzecchi. (Foto: Instagram/marcobez72)
JEREZ – Kisah luar biasa pembalap Tim Aprilia Racing, Marco Bezzecchi di lintasan MotoGP akhirnya menemui titik henti pada GP Spanyol pada akhir April lalu. Setelah tampil tak tersentuh sejak awal musim 2026, pembalap asal Italia ini kudu merelakan rekor kemenangan beruntun dan kekuasaan putarannya berhujung di Sirkuit Jerez, Spanyol.
1. Berakhirnya Rekor Bersejarah di Jerez
Memasuki musim 2026, Bezzecchi sempat menciptakan standar baru dalam sejarah Aprilia. Ia menyapu bersih kemenangan di tiga seri pembuka, nan jika digabung dengan hasil akhir musim lampau di Portugal dan Valencia, membuatnya mencatatkan lima kemenangan beruntun.
Tidak hanya itu, Bezzecchi juga sempat memimpin 121 lap secara berturut-turut, memecahkan rekor legendaris milik Jorge Lorenzo nan memperkuat sejak 2015.
Namun, kekuasaan tersebut dipatahkan oleh Alex Marquez dari tim Gresini Racing nan sukses merebut podium tertinggi di Jerez. Untuk pertama kalinya di musim ini, Bezzecchi tidak memimpin satu lap pun dalam balapan utama hari Minggu.
Meski rentetan kemenangannya terhenti, Bezzecchi tetap menunjukkan kelasnya dengan mengamankan posisi kedua dalam balapan nan menjadi tantangan terberatnya sejauh ini.
Marco Bezzecchi. (Foto: Instagram/marcobez72)
"Tentu saja, berada di depan dan memimpin setiap lap di tiga balapan awal adalah momen nan indah. Namun, wajar jika pada titik tertentu tren ini bakal berakhir," ujar Bezzecchi, mengutip dari Crash, Selasa (5/5/2026).
2. Tekanan Internal nan Tak Pernah Berubah
Banyak pihak memperkirakan berakhirnya rekor tersebut bakal mengurangi beban di pundak sang pemuncak klasemen, alias justru sebaliknya. Namun, Bezzecchi menegaskan tekanan nan dia rasakan tetap sama, terlepas dari
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·