
Tahun lampau kita mendapatkan berita bahwa Microsoft Matikan Microsoft Publisher nan direncanakan bakal dimulai pada tahun 2026, awal tahun ini pun mereka kembali mengumumkan penghentian produk Microsoft Publisher beserta fitur Whiteboard dan Send to Kindle di Word.
Nah mengenai perihal tersebut, belakangan ini pengguna mulai menerima notifikasi resmi nan menyatakan bahwa mulai Oktober 2026 nanti, publisher tidak bakal lagi didukung, aplikasi tidak bisa diakses dan file publisher apalagi tidak bisa dibuka.
ScreenshotDan jelas dong, poin terakhir menimbulkan kekhawatiran dan memicu kemarahan pengguna, lantaran banyak pengguna merasa “dipaksa” meninggalkan proyek lama mereka tanpa solusi praktis.
Oleh lantaran itu, di beragam organisasi online, termasuk FB dan Reddit, ratusan pengguna menyuarakan kekecewaan mereka lantaran pengganti seperti PowerPoint dianggap tidak memadai, Workflow kerja jadi acak-acakan dan kehilangan akses ke file lama, perihal tersebut lantaran bagi sebagian pengguna, Publisher justru dianggap sebagai salah satu produk Microsoft dengan antarmuka paling stabil dan tidak “berantakan”.
Nah selain itu, Microsoft memang menyediakan langkah untuk mengekspor file Publisher agar bisa dibuka di aplikasi lain. Namun, prosesnya dianggap terlalu rumit dan tidak praktis, terutama untuk pengguna non-teknis, perihal ini malah jadi masalah besar bagi lembaga alias upaya mini nan selama ini mengandalkan publisher untuk kebutuhan sehari-hari.
Tapi disisi lain, Publisher dianggap sebagai aplikasi “legacy” dengan pedoman pengguna nan terus menurun dan dari perspektif bisnis, menghentikan pengembangan produk seperti ini dinilai wajar untuk menekan biaya maintenance dan agar konsentrasi ke pengembangan aplikasi lainnya.
Mirip kasus Wordpad
Nah perihal ini jika diperhatikan mirip dengan kasus Wordpad lalu, di mana fitur-fiturnya perlahan dipindahkan ke aplikasi lain seperti Notepad, pola ini sama seperti sekarang dengan alih-alih mempertahankan aplikasi, Microsoft memilih mengintegrasikan kegunaan ke produk lain.
Namun tetap saja, keputusan untuk menghapus akses file lama dianggap sebagai langkah nan terlalu ekstrem.
Secara umum, penghentian Microsoft Publisher bukan sekadar soal aplikasi nan “dipensiunkan”, namun juga soal gimana pengguna kehilangan akses terhadap hasil kerja mereka sendiri.
Dan ditengah dorongan menuju ekosistem cloud dan integrasi aplikasi, banyak pengguna justru merasa ditinggalkan, pertanyaannya, apakah jika aplikasi Publisher tetap terinstall pengguna tetap bisa mengakses file lama?, jawabannya tidak bisa dijamin namun kemungkinan memang bisa apalagi bagi pengguna Office 2021, 2019, 2016 Professional (yang tetap include publisher), namun untuk pengguna Microsoft 365, jelas aksesnya bakal dihentikan.
Nah gimana menurutmu mengenai perihal ini guys, komen dibawah, apakah Anda tetap ada nan menggunakan Publisher? jika iya dan Anda pakai Office Professional Plus 2021 dan dibawahnya kondusif kok, lantaran Publisher tetap preinstalled di produk tersebut.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·