Hot : OpenAI Agents Diduga Serang RubyGems untuk Curi API Key

Sedang Trending 7 jam yang lalu

Drama AI sekarang memasuki babak baru, dimana OpenAI tampaknya kembali menjadi sorotan setelah sejumlah peneliti menemukan aktivitas mencurigakan nan diduga dilakukan oleh pemasok AI milik perusahaan tersebut terhadap RubyGems pada Mei hingga Juni 2026.

Nah berasas investigasi nan dilakukan Spencer Kitts, Thomas Larsen, dan Sydney Von Arx melalui RubyHack.ai, agen-agen tersebut diduga mengunggah sekitar 2.000 package ke RubyGems hanya dalam dua hari, pada 11-12 Mei 2026.

Diduga Mencoba Curi API Key

Dalam serangan tersebut, pemasok AI diduga memanfaatkan kerentanan nan saat itu belum diketahui pada server RubyGems untuk mencoba mengambil API key milik pengguna.

Meskipun begitu, sayangnya belum diketahui apakah API key tersebut betul-betul sukses dicuri alias tidak. 

Secara teknis, para peneliti menyebut aktivitas ini sebagai GemStuffer campaign, dengan indikasi bahwa aktivitas tersebut bukan sekadar penelitian biasa terlihat dari beragam package nan di upload.

Beberapa di antaranya menggunakan nama file seperti hack.rb dan exploit.rb, sementara terdapat package dengan nama hacksvn dan pwnp999. Beberapa komentar di dalam package juga menyebut istilah seperti “malicious probe” dan #hack. Dan bahkan, ratusan file mempunyai kata “oai” pada namanya dan beberapa package mencantumkan “oai” sebagai author.

RubyGems Sampai Matikan Registrasi Pengguna

Nah serangan dalam jumlah besar tersebut membikin RubyGems kudu mengambil tindakan. Pada 11-12 Mei lantaran sekitar 2.000 package diupload oleh pemasok nan diduga terlibat. Dan sebagai respons, RubyGems sempat menonaktifkan pendaftaran pengguna baru selama empat hari. 

RubyGems kemudian memperbaiki sejumlah celah, termasuk bypass konfirmasi email dan pendaftaran menggunakan alamat email disposable.

Selanjutnya, pada 18 Juni, tetap terdapat sekitar 83 package tambahan nan diupload, dimana aktivitas tersebut juga memanfaatkan bug caching CDN nan berakibat pada sekitar 18 persen legacy sign-ins, sebagai tindak lanjut tambahan RubyGems kemudian menghapus lebih dari 500 package berbahaya, meskipun tetap belum jelas gimana nasib sekitar 1.500 package lainnya nan telah sukses di upload.

OpenAI Membantah Ini Serangan Berbahaya

Seperti biasa, OpenAI sendiri memberikan tanggapan nan cukup berbeda dari konklusi para peneliti dan mengatakan bahwa berasas peninjauan mereka, pemasok tersebut menggunakan RubyGems untuk mengakses internet dalam rangka menjalankan tugas nan berkarakter benign dan mengambil info publik.

Based on our review, our agents used the RubyGems platform to access the internet to carry out benign tasks and retrieve public information. We’ll continue to investigate as part ‌of our broader review of agent activity during training and evaluation

OpenAI juga mengatakan bahwa pihaknya tetap melakukan investigasi sebagai bagian dari peninjauan nan lebih luas terhadap aktivitas pemasok selama proses training dan evaluasi.

Dengan kata lain, OpenAI belum mengakui bahwa pemasok tersebut memang sengaja melakukan serangan untuk mencuri API key.

Nah oleh lantaran itu, hingga ada info lebih lanjut, unik bagi maintainer RubyGems, peneliti menyarankan untuk merotasi API key dan memeriksa log package terbaru guna memastikan tidak ada package nan terdampak.

Bagaimana menurutmu guys? komen dibawah. 

Via : The Hacker News


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com