
foto ilustrasi: Gemini AI
- Momen Imlek selalu identik dengan kehangatan makan besar bareng family besar di meja makan. Dari sekian banyak hidangan, Siu Mie alias mi panjang umur jadi salah satu menu nan paling dicari lantaran bukan hanya enak, tapi juga sarat bakal makna mendalam. Mi ini dianggap sebagai simbol angan agar setiap orang nan menyantapnya diberikan umur nan panjang, kebahagiaan, serta rezeki nan terus mengalir tanpa putus sepanjang tahun.
Uniknya, ada patokan "tak tertulis" saat menyantap Siu Mie, ialah mi kudu dimakan secara utuh tanpa boleh diputus oleh gigi sebelum semuanya masuk ke mulut. Konon, memutus mi saat makan dianggap kurang baik bagi keberuntungan di masa depan. Selain tradisi makannya nan seru, rasa gurih dari perpaduan ramuan tumis dan tekstur mi nan kenyal dijamin bakal bikin siapa saja ketagihan setelah suapan pertama.
Resep Siu Mie (Mie Panjang Umur) Khas Imlek

Resep siu mie imlek
© 2026 brilio.net/Gemini AI
Sajian ini mengandalkan teknik tumis nan sigap namun bisa mengeluarkan aroma wangi dari bawang putih cincang dan saus tiram. Penggunaan mi basah membikin teksturnya tetap kenyal dan tidak mudah hancur saat diaduk berbareng jenis sayuran segar. Tambahan ati rempela dan telur puyuh memberikan tekstur serta rasa gurih nan lebih kaya pada setiap porsinya.
Bahan:
- 400 gram mie basah alias mie kuning
- 10-12 butir telur puyuh rebus (opsional)
- 100 gram ati rempela dipotong-potong
- 1/4 buah kol diiris tipis
- 2 ikat sawi hijau dipotong sesuai selera
- 5 siung bawang putih dicincang halus
- 2 buah cabe merah iris serong
- 5 sdm minyak goreng
- 6 sdm saus tiram
- Bawang goreng secukupnya
Cara Membuat:
1. Panaskan minyak goreng dalam wajan alias penggorengan dengan api sedang.
2. Tumis ati rempela sampai matang, lampau masukkan garam, irisan cabe, kol, sawi, dan bawang putih cincang hingga tercium aroma harum.
3. Masukkan mi basah dan telur puyuh ke dalam tumisan bumbu, lampau kombinasi perlahan sampai semua bahan tercampur rata.
4. Tambahkan saus tiram ke dalam masakan, kombinasi kembali hingga mi terbumbui sempurna dan matang.
5. Angkat dan sajikan di piring besar dengan taburan bawang goreng di atasnya.
FAQ Membuat Siu Mie
1. Kenapa kudu menggunakan mi basah dibandingkan mi kering?
Mi basah umumnya mempunyai tekstur nan lebih lentur dan panjang, sehingga tidak mudah patah saat ditumis dalam porsi besar. Ini sangat mendukung tradisi "tidak memutus mi" saat dimakan dibandingkan mi kering nan condong lebih rapuh.
2. Apakah ada tips unik agar sayuran tetap renyah saat dicampur mi?
Masukkan sayuran seperti sawi dan kol sesaat sebelum mi dimasukkan alias tumis dengan api besar dalam waktu singkat. Teknik ini menjaga warna sayuran tetap hijau elok dan teksturnya tetap terasa crunchy.
3. Bahan apa nan bisa menggantikan ati rempela untuk ragam protein?
Jika tidak suka jeroan, ati rempela bisa diganti dengan irisan daging ayam, bakso ikan, alias udang kupas. Protein laut seperti udang sangat terkenal dalam sajian Imlek lantaran melambangkan kemakmuran.
4. Bagaimana langkah menjaga mi agar tidak lengket saat ditumis?
Pastikan mi basah dibilas sejenak dengan air mengalir dan ditiriskan, lampau beri sedikit minyak goreng sebelum masuk ke wajan. Cara ini membantu helaian mi tetap terpisah satu sama lain dan lebih mudah diaduk.
5. Selain saus tiram, ramuan apa lagi nan bisa ditambahkan untuk rasa lebih autentik?
Bisa ditambahkan sedikit minyak wijen alias kecap asin di akhir proses memasak untuk memperkuat aroma unik masakan oriental. Pastikan ramuan tersebut masuk terakhir agar aromanya tidak lenyap lantaran penguapan nan terlalu lama.
(brl/tin)
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·