Jakarta -
Seorang relawan pemadam, Nurdin, meninggal bumi usai memadamkan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Barito Kuala (Batola) Kalimantan Selatan. Relawan karhutla itu sempat mengeluhkan sakit dada kepada rekannya.
Salah seorang rekan Nurdin, Amat mengungkapkan sebelum berangkat, kondisi Nurdin sehat dan tidak menunjukkan gelagat apapun. Namun, kondisi Nurdin berubah usai berhadapan dengan api karhutla di belakang Kantor Kecamatan Handil Bakti.
"Dia mengeluhkan sakit dada, kemudian saya bilang rehat dulu. Sambil diberi oksigen, tetapi dia tetap bilang sakit dadanya," ujar Amat, dilansir detikKalimantan, Kamis (22/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya, Amat dan rekan lainnya berinisiatif membawa Nurdin ke rumah sakit terdekat. Nurdin sempat diberikan support oksigen menggunakan Oxycan. Namun, kondisinya tetap kesulitan bernapas.
Karena ambulans belum tiba, rekan-rekannya berupaya membawa Nurdin menggunakan mobil BPK. Saat di perjalanan menuju rumah sakit, Nurdin terus mengeluhkan dadanya nan sakit.
Beberapa kali, Nurdin lenyap kesadaran namun bisa kembali disadarkan oleh rekan lainnya. Nurdin juga sempat mengalami kejang-kejang.
"Dia sempat mencengkram badan saya, dia bilang jika dadanya sakit. Kemudian saya tetap berupaya menyadarkannya. Nggak lama setelah itu sampai ke rumah sakit dan dinyatakan tidak selamat," kata Amat.
Simak selengkapnya di sini.
(yld/idh)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·