Rekaman Viral Jadi 'Kunci' Polisi Terlibat di Jaringan Narkoba Kaltim?

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Kalimantan Timur (Kaltim) membongkar dugaan keterlibatan eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat (Kubar), AKP Deky Jonathan Sasiang dalam kasus tindak pidana pencucian duit (TPPU) jaringan narkoba.

Polisi menyebut penanganan perkara itu merupakan hasil pengembangan kasus bandar narkoba di Kubar nan sebelumnya lebih dulu diungkap di wilayah Polsek Melak.

Sebelumnya juga viral rekaman suara di media sosial nan diduga membahas jaringan narkoba Kutai Barat (Kubar), AKP Deky dan sejumlah personil kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yulianto mengatakan rekaman tersebut sekarang masuk tahap pendalaman. Polisi sekarang menelusuri pihak-pihak nan disebut dalam percakapan itu.

Selain rekaman suara, interogator juga mendalami foto-foto nan ikut tersebar berbarengan dengan rumor tersebut. Seluruh nama nan muncul saat ini tetap dikaji satu per satu untuk memastikan keterkaitannya dalam perkara.

"Jadi memang beredar rekaman ini juga kemudian sempat beredar foto-foto dari personil polisi nan itu Propam tentu saja sudah mendalami. Keterkaitan orang-orang nan disebut itu tentu saja sedang didalami," ujarnya saat konvensi pers di Mako Polresta Samarinda, Minggu (17/5) dikutip dari detikKalimantan.

Yulianto mengatakan rekaman nan beredar saat ini juga sudah diuji secara forensik. Namun, kepastian apakah bunyi tersebut original alias hasil manipulasi bakal dibuktikan dalam persidangan.

"Barang buktinya sudah diuji di forensik, namun kelak kita lihat di persidangan. Apakah itu AI alias memang betul voice note asli," tegasnya.

Meski begitu, Polda Kaltim memastikan interogator tetap bekerja mendalami seluruh nama nan muncul tanpa berjuntai pada dugaan publik semata. Saat ini, pemeriksaan disebut cukup intens lantaran jumlah nama nan disebut dalam rekaman mencapai belasan orang.

"Yang jelas apakah itu AI alias memang betul, interogator narkoba maupun Propam tetap mendalami nama-nama tersebut. Peran masing-masing seperti apa. Karena ada sekitar 13 sampai 14 nama nan disebutkan dan ini kudu dicek satu per satu," katanya.

Sementara itu Kabid Propam Polda Kaltim Kombes Hariyanto menyebut pemeriksaan tetap terus berkembang. Polisi juga belum berakhir pada satu nama saja dan bakal menelusuri seluruh pihak nan muncul dalam rekaman maupun penyidikan.

"Siapapun nan terlibat dengan jaringannya alias golongan AKP Deky ini, kita bakal lakukan pemeriksaan. Kita bakal klaster di mana perannya dan apa pelanggarannya," katanya.

Ia menjelaskan, untuk perkara AKP Deky, proses etik sudah nyaris rampung. Berkas dinyatakan siap dan sidang etik dijadwalkan berjalan Senin (18/5) ini.

"Yang jelas berkas sudah selesai dalam makna siap sidang dilaksanakan besok. Sementara nan lain tetap dalam tahap pendalaman maupun pemeriksaan," kata dia.

Banner Microsite Haji 2026

Kronologi kasus narkoba AKP Deky

Dalam konvensi pers nan sama, Dirresnarkoba Polda Kaltim, Kombes Romylus Tamtelahitu mengatakan, pengusutan kasus tersebut bermulai dari penangkapan bandar narkoba berjulukan Ishak dkk pada 11 Februari lalu.

Kasus itu kemudian berkembang hingga menyeret jaringan nan lebih besar.

"Perlu diketahui bahwa pengungkapan perkara tindak pidana pencucian duit ini berangkat dari tindak pidana asal, ialah pengungkapan bandar narkoba Ishak dan kawan-kawan," kata dia dalam konvensi pers di mako polresta tersebut dikutip dari detikKalimantan.

Pada waktu nan nyaris bersamaan, Ditresnarkoba Polda Kaltim juga melakukan pengungkapan terhadap bandar lain dengan level nan sama seperti Ishak. Dari situ interogator mulai menemukan adanya keterkaitan jaringan.

"Di bulan nan sama kami juga mengungkap bandar lain ialah kerabat FJ. Dari hasil investigasi kemudian diketahui perkara ini naik ke atas dan kami telusuri lebih lanjut," katanya.

Dari pengembangan kasus ini, polisi mendapati dugaan jaringan narkoba nan lebih besar di atas Ishak dan FJ. 

Polisi mendapati dugaan nama Memen yang muncul sebagai sosok nan disebut berada di level atas jaringan tersebut.

"Kami mengetahui bahwa level di atas Ishak dan FJ ini adalah kerabat Memen nan sebelumnya sudah diungkap oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri," ujarnya.

Polda Kaltim kemudian melakukan pengejaran terhadap Memen hingga ke Bali. Namun saat tim bergerak, ponsel nan berkepentingan disebut sudah tidak aktif.

Dari situlah interogator mulai menemukan dugaan jaringan narkoba nan lebih besar. Polda Kaltim kemudian berkoordinasi dengan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk penanganan lebih lanjut.

"Karena kami memandang jaringan di atasnya cukup besar, akhirnya kami berkoordinasi dengan Dittipidnarkoba Bareskrim dan dilakukan sistem gelar perkara," tuturnya.

Dalam pengembangan perkara TPPU itulah nama AKP Deky ikut terseret berbareng sejumlah nama lain nan sebelumnya sudah lebih dulu muncul di media massa lantaran rekaman bunyi viral.

Polisi menegaskan pengungkapan kasus ini m erupakan hasil kerjasama antara Polda Kaltim dan Bareskrim Polri.

"Perkara TPPU nan melibatkan Memen, Julius dan juga AKP Deky ini merupakan hasil kerjasama interogator Polda Kaltim dengan interogator Dittipidnarkoba Bareskrim Polri," ungkapnya.

Pada kesempatan nan sama, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yulianto menambahkan, saat ini penanganan pidana AKP Deky sepenuhnya ditangani Bareskrim Polri. Sementara proses pertanggungjawaban etik sebagai personil Polri ditangani Bid Propam Polda Kaltim.

"Perkara pidananya ditangani Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, sedangkan pertanggungjawaban sebagai personil Polri ditangani Bid Propam Polda Kaltim," kata dia.

AKP Deky dibawa ke Bareskrim

Sementara itu, AKP Deky hari ini digelandang ke Gedung Bareskrim Polri Jakarta, Senin (18/5) petang. Kedatangannya itu untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh interogator Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri.

Deky datang dengan pengawalan ketat dari petugas campuran dipimpin Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Kevin Leleury berbareng tim dari Direktorat IV Dittipidnarkoba.

"Kami menjemput AKP Deki ya dari Polda Kaltim untuk dibawa ke Bareskrim Polri bakal menindaklanjuti mengenai tindak pidana pencucian uang," kata Kevin kepada wartawan di markas Bareskrim.

Kevin menerangkan salah satu materi nan bakal didalami adalah seputar dugaan aliran biaya nan diterima Deky dari jaringan narkoba Ishak dalam upaya membekingi peredaran peralatan haram di Kaltim.

"Sementara kita dalami, pemeriksaan ya (aliran dana). Jadi kelak bakal disampaikan mengenai hasil pemeriksaannya," ucap dia.

Sebelumnya, AKP Deky ditangkap lantaran diduga terlibat dalam jaringan narkoba di wilayah Kutai Barat jaringan narkoba di wilayah Kutai Barat dengan bandar narkoba Ishak.

Baca buletin lengkapnya di sini.

(kid/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional