Reformasi Bursa, BEI Segera Evaluasi Kebijakan Full Call Auction

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Minggu, 22 Februari 2026 |12:03 WIB

Reformasi Bursa, BEI Segera Evaluasi Kebijakan Full Call Auction

Bursa Efek Indonesia berencana mengevaluasi kebijakan Full Call Auction (FCA). (Foto:Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia berencana mengevaluasi kebijakan Full Call Auction (FCA). Langkah ini dilakukan sejalan dengan tinjauan rutin terhadap seluruh izin di lingkungan bursa, sekaligus untuk menemukan kesempatan penyempurnaan dan perbaikan ketentuan nan saat ini berlaku.

Pjs. Direktur BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa patokan FCA memang masuk dalam daftar kebijakan nan ditinjau secara berkala oleh pihak otoritas. Ia menilai langkah untuk mendongkrak transparansi pasar bisa memicu pengaruh domino nan kudu dikaji secara mendalam, termasuk mengenai seberapa relevan beragam kriteria nan ada di papan pemantauan khusus.

“FCA bakal segera kami evaluasi. Karena sesuai dengan seluruh kebijakan bursa, kami melakukan review secara periodik. Dan FCA juga termasuk nan kami review secara periodik. Kami memandang ada ruang bagi kami untuk melakukan penyempurnaan alias perbaikan atas kebijakan tersebut,” ucap Jeffrey dalam keterangannya di Gedung Bursa Efek Indonesia, dikutip Minggu (22/2/2026).

Untuk diketahui, sistem FCA adalah metode transaksi untuk saham-saham nan menghuni Papan Pemantauan Khusus. Dalam sistem ini, proses jual-beli tidak melangkah berkesinambungan (continuous trading), melainkan melalui skema pengumpulan order alias lelang nan nantinya bakal dicocokkan pada jam-jam tertentu dengan patokan satu nilai tunggal.

Sistem ini sebelumnya sempat memicu perbincangan hangat lantaran beberapa emiten di BEI, termasuk nan tadinya digadang-gadang masuk ke dalam daftar indeks dunia semacam FTSE, dianggap bisa terpengaruh status kelayakannya sebagai personil indeks.

Aturan FCA dipandang punya celah nan bisa menekan tingkat likuiditas sekaligus mendongkrak volatilitas transaksi, khususnya untuk saham-saham di papan pemantauan khusus.

Kondisi ini dikhawatirkan berkapak pada rapor penilaian dari lembaga penyedia indeks global.

Jeffrey tidak menutup kesempatan bahwa sistem ini bisa saja dirombak, apalagi ada kemungkinan untuk mengembalikannya ke format transaksi reguler alias perdagangan berkepanjangan (continuous trading). Biarpun begitu, dia menegaskan bahwa prioritas otoritas bursa saat ini adalah menjalankan kajian komprehensif mengenai FCA tersebut.

“Sangat mungkin. Tapi poinnya adalah FCA bakal direview,” tegasnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com