Reaksi Bos Honda Usai Kunjungi Pabrik di China: Kita Tak Punya Peluang Melawan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

 Kita Tak Punya Peluang Melawan

Reaksi Bos Honda Usai Kunjungi Pabrik di China: Kita Tak Punya Peluang Melawan (Dok Honda)

JAKARTA - CEO Honda, Toshihiro Mibe, dibuat tercengang saat mengunjungi pabrik mobil di China. Ia memandang persaingan industri otomotif sekarang telah kian meningkat. 

Selama kunjungannya ke akomodasi pemasok nan sangat otomatis di Shanghai baru-baru ini, bos Honda memandang jalur produksi mobil nan nyaris tanpa pekerja manusia.

Saat berada di sana, efisiensi, kecepatan, dan kelebihan biaya nan ditampilkan tidak mungkin diabaikan.

'Kita tidak punya kesempatan melawan ini," katanya dikutip dari Nikkei Asia, Selasa (21/4/2026).

Mibe dan Honda sekarang dipaksa untuk melakukan perubahan besar.

Jaga Daya Saing

CEO Honda sedang melakukan langkah-langkah untuk menjaga daya saing perusahaan.

Melansir Super Car Blonde, inti dari perubahan tersebut adalah kebangkitan kembali R&D Honda. Ini merupakan sebuah bagian teknik nan dulunya independen dan pertama kali dipisahkan pada 1960 oleh pendiri Soichiro Honda.

Idenya sederhana ialah berikan kebebasan kepada para insinyur, dan penemuan bakal mengikuti.

Filosofi itu membuahkan hasil dengan terobosan seperti mesin CVCC, nan membantu Honda Civic memenuhi standar emisi AS nan ketat pada tahun 1970-an.

Honda meninggalkan model tersebut pada tahun 2020, menggabungkan kembali R&D ke dalam perusahaan utama untuk meningkatkan efisiensi.

CEO Honda, Toshihiro Mibe, nan saat itu menjabat sebagai kepala R&D, mendukung langkah tersebut.

“Reformasi nan berani diperlukan untuk memperkuat hidup,” katanya.

Kini, hanya beberapa tahun kemudian, perusahaan tersebut kembali arah.

Ribuan insinyur ditugaskan kembali ke unit R&D nan baru berdiri sendiri dengan angan dapat mengembalikan produktivitas dan mempercepat pengembangan di lanskap dunia nan sangat berbeda.

Produsen mobil China adalah pesaing terbesar Honda.

Produsen mobil di sana dapat menghadirkan model baru ke pasar hanya dalam 18 hingga 24 bulan. Ini kira-kira separuh dari waktu nan dibutuhkan banyak pesaing tradisional seperti Toyota dan Honda.

Pabrik mobil China lebih otomatis, rantai pasokannya lebih efisien, dan nan terpenting, penetapan harganya condong lebih agresif.

Perusahaan seperti BYD dan NIO telah dengan sigap meningkatkan kualitas sembari meningkatkan produksi. Hal ini menjadikan China sebagai pasar kendaraan listrik (EV) paling kompetitif di dunia.

Sebaliknya, Honda kesulitan untuk mengimbangi, terutama dalam perihal kendaraan listrik.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com