Rehearsal Pertunjukkan Musikal "Calon Arang"(MI/Naura Putri Aflia)
MEMASUKI usia tiga dasawarsa perjalanannya di panggung seni pagelaran Indonesia, EKI Dance Company kembali mempersembahkan karya spektakuler terbarunya. Kali ini, golongan tari dan teater musikal tersebut mengadaptasi legenda Nusantara ke dalam tajuk Musikal “Calon Arang”.
Pertunjukan ini memadukan koreografi dinamis, keelokan musik, penghayatan pemeran, dan visual panggung modern. Pertunjukkan kali ini merupakan hasil kerja sama EKI Dance Company berbareng Indonesia Kaya, membawa musikal “Calon Arang” nan bakal digelar pada 17–20 September 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.
Mengenang perjalanan selama 30 tahun, EKI Dance Company didirikan pada tahun 1996 oleh mendiang Rusdy Rukmarata dan Aiko Senosoenoto. Sudah sedari dulu EKI Dance Company digiring oleh para pendirinya untuk konsisten membaca zaman. Pada awal perjalanannya, EKI kerap merespons kejadian sosial dan rumor masyarakat aktual ke atas panggung, dan kemudian bersambung mentransformasi cerita tradisi Nusantara menjadi sajian pop-kultural nan relevan dan menghibur bagi generasi muda.
Rekam jejak kesuksesan EKI Dance Company terbukti dengan deretan pagelaran musikal ikonis nan disambut hangat oleh masyarakat luas, seperti Ken Dedes (2023), Perempuan Punya Cerita (2024-2025) hingga Lutung Kasarung (2024-2026).
Kini, EKI Dance Company mau kembali mengguncang panggung pagelaran Indonesia dengan Musikal “Calon Arang”, hasil karya mereka nan mengadaptasi cerita tradisi Nusantara menjadi pop-kultural seru. Tentunya tak lupa dengan perjalanan awal EKI, musikal ini juga penuh dengan moral cerita dan kejadian sosial nan relevan.
Mengenal Cerita Musikal "Calon Arang"
“Yang jahat meninggal lantaran cinta. nan baik hidup penuh dusta.” Musikal nan dibawa oleh EKI Dance Company menghadirkan perspektif pandang baru atas legenda klasik sosok janda sakti dari Desa Girah nan ditakuti penduduk lantaran mempunyai pengetahuan sihir kuat dan luar biasa. Melihat reputasi Calon Arang nan digambarkan sebagai jahat dan menakutkan, Empu Barada mengutus muridnya, Bahula, untuk mengambil kitab sakti Calon Arang demi meredam ketakutan dan menghentikan kekuatannya.
Bahula menjalankan misi rahasia tersebut dengan mendekati satu-satunya celah kelemahan sang penyihir: Ratna Manggali, putri tunggal nan paling dicintainya. Dalam musikal ini, audiens bakal menyaksikan pertarungan antara kasih sayang tulus seorang ibu, siasat rahasia, dan kaburnya pemisah moralitas menjadi bentrok emosional nan intens di atas panggung.
Sosok dibalik Proses Musikal “Calon Arang”
Menariknya, musikal ini disutradarai oleh sutradara muda berbakat Ara Ajisiwi, nan sekaligus memerankan tokoh utama Calon Arang. Di bawah arahannya, pagelaran ini menjanjikan pengalaman menonton nan segar, relatable, namun tetap seru dan magis. Pas untuk para pecinta action fantasy penuh rasa dan pesan.
"Kisah Calon Arang membujuk kita merenungkan kembali batas antara baik dan jahat secara lebih manusiawi. Lewat bungkusan musik nan catchy, tata panggung berteknologi modern, dan pembawaan nan ringan, kami mau penonton merasakan sensasi intermezo style hidup urban nan sarat makna budaya," ungkap Ara Ajisiwi saat konerensi pers Musikal “Calon Arang”, Jumat (11/9).
Pemeran musikal ini dipenuhi jejeran bintang dan talenta muda panggung musikal Tanah Air seperti Nala Amrytha nan berkedudukan sebagai Ratna Manggali, Gerry Gerardo sebagai Bahula, dan Gabriel Harvianto sebagai Barada. Hadir juga seniman senior Sita Nursanti nan berkedudukan sebagai Dewi Durga, membantu para talenta muda untuk tampil lebih kompak.
Di belakang produksi Musikal “Calon Arang”, datang juga Alim Sudio sebagai produser dari pertunjukkan. Sebagai inti dari tim produksi, Alim Sudio dan Ara Ajisiwi bekerja sama secara erat untuk mewujudkan pentas musikal ke atas panggung Indonesia.
"Selama tiga dasawarsa berkarya, EKI telah melahirkan lebih dari 50 titel musikal panggung dan film. 'Calon Arang' adalah seremoni sekaligus corak apresiasi kami bagi para penikmat seni dan masyarakat nan terus mendukung perjalanan EKI," ujar Alim Sudio.
Musikal “Calon Arang' datang bukan hanya sebagai seremoni tiga dasawarsa EKI Dance Company, melainkan bukti nyata perkembangan seni pagelaran tradisi menjadi intermezo modern nan relevan. Pertunjukkan ini membawa angan agar musikal panggung semakin dikenal dan memperkuat dampaknya sebagai pilihan style hidup bagi anak muda Indonesia sekaligus meningkatkan apresiasi lebih luas bagi seni pagelaran Indonesia.
Bagi pembaca nan tertarik untuk menonton, tiket pagelaran Musikal “Calon Arang” sudah dapat diperoleh secara resmi melalui bookmyshow.com. Pantau juga akun IG @ekidancecompany untuk mendapatkan info penawaran nilai tiket promo terbatas.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·