Rapat di DPR, Komdigi Usul Tambahan Anggaran Rp 3,23 T untuk Tahun 2027

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 3,23 triliun untuk tahun 2027. Anggaran itu bakal digunakan untuk sejumlah program dan kegiatan.

Mulanya Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan pagu anggaran Komdigi untuk tahun 2027 mencapai Rp 11,515 triliun. Dia mengatakan nomor itu terdiri atas tambahan dari pagu sugestif sebelumnya.

"Pagu anggaran TA 2027 nan kami terima pagu efektif nan saat ini menjadi pegangan kami untuk menyelesaikan anggaran 2026 dan program 2026 adalah di nomor Rp 10 triliun sekian," ujar Meutya, dalam rapat kerja berbareng Komisi I DPR, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di mana sebagaimana Bapak/Ibu dapat lihat shopping pegawai Rp 783 miliar, shopping peralatan Rp 8,9 triliun, kemudian shopping modalnya Rp 302 miliar," sambungnya.

Sekjen Komdigi Ismail mengatakan pagu sugestif Komdigi awalnya sebesar Rp 6,8 triliun. Kemudian, Komdigi mendapat tambahan sekitar Rp 4,6 triliun sehingga pagu anggaran menjadi Rp 11,515 triliun.

Dia mengatakan anggaran itu digunakan salah satunya untuk program Pengembangan dan Penguatan Infrastruktur Digital. Program tersebut awalnya mempunyai pagu sugestif Rp 5,22 triliun. Kemudian, tambahan Rp 1,25 triliun sehingga pagunya menjadi Rp 6,47 triliun.

"Rp 1,25 triliun ini sudah tercatat di dalam nota finansial untuk digunakan penambahan operasional dari BAKTI," ujar Ismail.

Dia mengatakan program Pengembangan dan Penguatan Ekosistem dan Ruang Digital awalnya mendapat pagu sugestif Rp 126 miliar. Program tersebut mendapat tambahan Rp 2,823 triliun sehingga pagunya menjadi Rp 2,958 triliun.

Ismail juga menyinggung program Komunikasi Publik dan Media. Ismail mengatakan kondisi anggaran untuk program tersebut tetap memprihatinkan.

"Program Komunikasi Publik dan Media. Ini kondisinya tetap sangat memprihatinkan. Saat ini baru tersedia sebesar Rp 20 miliar di luar anggaran untuk operasional. Jadi ini anggaran non-operasionalnya hanya tersedia Rp 20 miliar. Dan di dalam penambahan pagu anggaran kemarin belum ada catatan untuk penambahan untuk program Komunikasi Publik dan Media," ujarnya.

Ismail mengatakan Komdigi kemudian menghitung ulang total kebutuhan anggaran 2027 berasas penajaman dari seluruh unit kerja eselon I. Dia mengatakan total kebutuhan anggaran 2027 mencapai Rp 14,753 triliun.

"Ini untuk mengantisipasi beragam program kerja prioritas nasional, program prioritas nasional nan ada di dalam Renstra, dan beberapa program nan krusial untuk dijalankan sehingga didapatlah nomor menjadi Rp 14,753 triliun," paparnya.

Dia mengatakan, dengan pagu anggaran Rp 11,5 triliun nan telah ditetapkan, Komdigi mengalami kekurangan anggaran sebesar Rp 3,23 triliun. Pihaknya pun mengusulkan penambahan anggaran tersebut.

"Dari pagu anggaran nan sebesar Rp 11,5 triliun nan sudah ditetapkan, Kemkomdigi mengalami kekurangan anggaran sebesar Rp 3,23 triliun," jelasnya.

Ismail merinci kekurangan itu antara lain untuk shopping operasional sebesar Rp 298 miliar. Kemudian, Komdigi memerlukan Rp 1,097 triliun untuk mendukung program kerja prioritas nasional.

Selain itu, Ismail mengatakan Komdigi juga memerlukan Rp 1,48 triliun untuk program prioritas nasional nan telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra). Anggaran tersebut termasuk kebutuhan untuk Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Informasi Pusat (KIP), dan Dewan Pers.

"Komisi Informasi Pusat memerlukan Rp 32,5 miliar, Komisi Penyiaran Indonesia memerlukan Rp 49,59 miliar, dan Dewan Pers Rp 38,9 miliar," tuturnya.

(amw/haf)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑