Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menegaskan pihaknya bakal menindak tegas oknum nan menimbun bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi nan memicu antrean kendaraan. Hal itu juga lantaran dirinya baru melaksanakan rapat koordinasi dengan beragam pemangku kepentingan, salah satunya Kepala Kepolisian RI, Suyudi Ario Seto.
Bahlil nan juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menyebut dirinya sudah meminta kerjasama dengan pihak Kepolisian RI untuk menindak tegas oknum penimbun BBM. Salah satu praktik nan dilakukan oknum tersebut ialah dengan menggunakan kendaraan nan tangki pengisian BBM-nya sudah dimodifikasi jadi lebih banyak apalagi mencapai 1.000 liter sekali isi.
"Yang ngantri mobil Pajero alias ngantri mobil nan diisi tangkinya banyak, ngambil minyak subsidi baru dijual. Ya saya minta tolong sama Pak Kapolri Suyudi Ario Seto), 'Pak, jika begini ditindak aja, Pak, diproses hukum. Masa minyak BBM solar subsidi ditampung kemudian dijual lagi dengan nilai industri?' Itu kan subsidinya kan ditanggung oleh negara. Itu kira-kira," jelasnya dalam Konferensi Pers di Kantornya, Jumat (16/10/2026).
Pihaknya mencatat modus penimbunan tersebut ditemukan di beberapa wilayah seperti Makassar. "Di Makassar itu contoh kan mobil-mobil bagus, Pajero, tapi kan mereka membikin tangki di belakang kan sampai menampung 700 liter sampai 1.000 liter. Itu artinya apa? Mereka nampung kan kemudian dijual lagi, itu maksudnya," bebernya.
Selain itu, pihaknya menginstruksikan PT Pertamina (Persero) menggandakan kapal pengangkut untuk mengurai keterlambatan pengedaran dari Jawa Timur menuju Bali dan wilayah lainnya. Sementara itu, penurunan persediaan di bawah standar ideal 20 hari hanya terjadi pada produk RON 90 nan berada di posisi 16 hingga 18 hari akibat pergeseran konsumsi masyarakat dari RON 92 dan RON 95.
"Di kilang itu kan ada, jika kita kan RON 90, nan bermasalah, bukan nan bermasalah ya, nan kurang dari 20 hari itu hanya RON 90. Tapi jika Solar, RON 92, RON 95, RON 98 itu no issue, enggak ada masalah, Mbak. nan terjadi pergeseran dari 16 ke 18 hari itu adalah RON 90. Kenapa itu terjadi? Karena terjadinya shifting, nan tadinya orang pakai 92 dan 95, itu dishifting ke 90 lantaran harganya kan cukup, berbedanya cukup ekonomis itu," paparnya.
Dengan begitu, pihaknya juga memastikan seluruh kilang minyak memproduksi BBM secara normal dan menargetkan pemulihan persediaan nasional ke tingkat ideal 20 hari selesai dalam waktu satu minggu.
"Stoknya enggak ada masalah, dari kilangnya enggak ada masalah. nan bermasalah itu adalah jalur distribusinya, makanya kita nambah kapal," tandasnya.
Asal tahu saja, Bahlil menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco, Kepala Kepolisian RI Suyudi Ario Seto, Wamensesneg Bambang Eko Shariyanto, serta COO Danantara Dony Oskaria.
Informasi tersebut terungkap dalam unggahan akun Instagram @melangkahdaritimur.id sekitar pukul 11.40 WIB lalu.
Berdasarkan info nan dihimpun CNBC Indonesia, rapat koordinasi tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Sayangnya, belum ada info mengenai pembahasan apa nan dibicarakan dalam rapat koordinasi tersebut.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
13 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·