Ramai-Ramai Warga RI ke Jawa, Hotel di Sumatra Sepi saat Libur Panjang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Libur panjang Iduladha membawa akibat berbeda bagi sektor perhotelan nasional. Sejumlah wilayah wisata di Pulau Jawa menikmati lonjakan okupansi nan cukup tinggi, sementara hotel-hotel di Sumatra tidak segeliat di Jawa.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menyebut sebagian besar visitor memilih destinasi nan dekat dengan wilayah asal dan dapat dijangkau melalui jalur darat.

"Memang dampaknya bervariasi di beragam daerah. Jadi tidak semua bisa kita pukul rata sama. Ada wilayah saat libur Iduladha identiknya melaksanakan kurban, sehingga okupansinya rendah sekali tepat pada hari pertama," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (2/6/2026).

Aktivitas keagamaan pada hari pertama Iduladha membikin masyarakat condong tetap berada di wilayah masing-masing. Kondisi tersebut membikin tingkat kediaman hotel di sejumlah wilayah belum mengalami peningkatan.

"Hari kedua dan ketiga biasanya naik. Tapi naiknya juga tidak terlalu signifikan. Daerah-daerah di Pulau Jawa justru mencatat okupansi meningkat lantaran masyarakat lebih memilih perjalanan nan tidak terlalu jauh dan bisa melakukan road trip," ujarnya.

Kawasan wisata seperti Bandung, Puncak, Jakarta, dan Yogyakarta menjadi tujuan utama visitor selama long weekend. Akses transportasi nan mudah dan biaya perjalanan nan lebih terjangkau membikin daerah-daerah tersebut menjadi pilihan favorit.

Ilustrasi Hotel. (Pexels)Ilustrasi Hotel. (Pexels) Foto: Ilustrasi Hotel. (Pexels)

"Ada beberapa laporan di Bandung nan okupansinya bisa sampai 80% sampai 90%. Itu menunjukkan memang ada kenaikan nan cukup baik selama periode libur panjang," kata Maulana.

Berbeda dengan Pulau Jawa, hotel-hotel di Sumatra belum merasakan lonjakan nan sama. Aktivitas wisata memang meningkat pada hari kedua dan ketiga libur, tetapi skalanya tetap terbatas.

"Di Sumatra seperti di Padang tidak terlalu signifikan. Pergerakan hanya terjadi pada hari kedua dan ketiga, setelah itu tidak terlalu besar peningkatannya," ujarnya.

Menurut Maulana, kenaikan okupansi di Sumatra lebih banyak terjadi saat akhir pekan nan bertepatan dengan rangkaian libur panjang. Bahkan pada hari pertama Iduladha, tingkat kediaman hotel di sejumlah wilayah tetap berada di level nan rendah.

"Hari pertama bisa di bawah 50%. Karena hari kurban, masyarakat tetap lebih banyak berada di wilayahnya masing-masing dan belum melakukan perjalanan wisata," kata Maulana.

Meski demikian, PHRI menilai momentum libur panjang tetap memberikan tambahan pergerakan visitor bagi industri perhotelan. Hanya saja, manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh seluruh wilayah tujuan wisata di Indonesia.

"Kalau Sabtu dan Minggu memang ada peningkatan. Tetapi peningkatannya tidak terlalu signifikan, sekitar 5% sampai 10% dibanding kondisi normal," ujar Maulana.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News