RAM Makin Mahal, Meta Manfaatkan DDR4 Bekas Untuk Server AI

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Seperti nan sudah kita tahu, belakangan ini nilai komponen komputer khususnya RAM dan Storage terus mengalami kenaikan, salah satu penyebabnya tentu adalah meningkatnya permintaan hardware untuk membangun info center AI dalam skala besar, sehingga pasokan memory menjadi semakin terbatas.

Nah ditengah kondisi tersebut, Meta rupanya mempunyai langkah nan cukup menarik untuk menghemat biaya sekaligus mengurangi limbah hardware, ialah alih alih membeli RAM baru untuk seluruh server generasi terbaru, mereka justru memanfaatkan kembali modul RAM DDR4 dari server lama nan sudah dipensiunkan.

Memanfaatkan RAM nan Masih Layak Pakai

Menurut Meta, server di info center biasanya diganti setiap tiga hingga lima tahun sekali. Namun berbeda dengan servernya, modul RAM nan digunakan rupanya tetap mempunyai umur pakai hingga tujuh sampai sepuluh tahun.

Artinya, ketika sebuah server dinonaktifkan, RAM nan ada didalamnya sebenarnya tetap dalam kondisi sangat layak digunakan, dan daripada membuang alias mendaur ulang seluruh modul tersebut, Meta memanfaatkannya kembali.

Nah untuk mewujudkan perihal tersebut, Meta mengembangkan sebuah chip unik berjulukan Vistara.

Baca Juga : Microsoft Perkuat Keamanan Edge for Business, Kini Dibekali AI nan Bisa “Melihat” Layar Pengguna

Chip ini, berfaedah sebagai jembatan nan memungkinkan modul RAM DDR4 lama tetap dapat digunakan pada server generasi terbaru nan sudah menggunakan platform DDR5.

Teknologi ini memanfaatkan interface CXL / Compute Express LInk) melalui PCIe Gen 5 sehingga sistem tetap dapat mengakses memory DDR4 sebagai kapabilitas tambahan.

Dengan kata lain, server tetap menggunakan DDR5 sebagai memory utma, sementara DDR4 hasil daur ulang bakal dimanfaatkan ketika kapabilitas memory utama mulai penuh.

Dibangun Khusus Karena Solusi nan Ada Tidak Mendukung

Selain itu, Meta juga mengungkapkan bahwa solusi CXL nan tersedia dipasaran rupanya belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut, lantaran sebagian besar controller CXL nan ada sudah menyatu dengan modul memorinya sendiri sehingga tidak memungkinkan penggunaan RAM jejak dari server lama.

Baca Juga : Nekat! Windows 11 Berhasil Berjalan Stabil di PC Berusia Lebih Dari 20 Tahun

Oleh lantaran itulah, Meta akhirnya mengembangkan Vistara sebagai ASIC (Application Specific Integration Circuit) nan memisahkan controller dari modul memorynya.

Dengan pendekatan ini, beragam modul DDR4 nan tetap layak pakai dapat dipasang kembali tanpa kudu membeli memori baru.

Bisa dibilang dengan pendekatan menggunakan Chip Vistara, Meta jelas bisa menghemat banyak biaya, lantaran alih alih membeli memory baru, mereka bisa menggunakan memory DDR4 lama. Untuk sisi konsumen, mungkin ini tidak bakal berkapak besar lantaran Vistara dikembangkan secara in-house untuk kebutuhan info center Meta sendiri, sehingga harusnya nilai RAM DDR4 tidak bakal semakin menggila.

Tapi gimana menurutmu? komen dibawah guys

Via : The Register, Toms Hardware


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com