Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan kontribusi terhadap penerimaan negara dari perusahaan bakal melonjak hingga US$ 6 miliar alias setara Rp 100 triliun per tahun mulai 2028. Estimasi tersebut sejalan dengan rencana pencapaian kapabilitas produksi normal di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) setelah melewati fase pemulihan.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menjelaskan proyeksi kontribusi tersebut mencakup beragam komponen mulai dari pajak perseroan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), hingga dividen. Dia mengatakan nomor setoran bakal terus tumbuh secara signifikan seiring dengan peningkatan volume produksi logam tembaga dan emas.
"Di 2027 bakal meningkat totalnya menjadi US$ 4,3 miliar alias ini nyaris Rp 70 triliun dan 2028 dan seterusnya sekitar US$ 6 miliar. US$ 6 miliar dolar ini sekitar Rp 100 triliun setiap tahunnya dalam corak pajak, PNBP, dan juga dividen bagi negara," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Selasa (14/4/2026).
Kenaikan setoran negara tersebut didasari oleh dugaan nilai mineral nan stabil serta kembalinya operasional ke level normal sebesar 200.000 ton bijih per hari pada 2027. Perusahaan menggunakan dugaan nilai tembaga di level US$ 4,75 per pon dan nilai emas sebesar US$ 4.000 per ounces dalam hitungan jangka panjang tersebut.
"Dan juga dengan harga-harga mineral seperti saat ini jika kami mengasumsikan bahwa nilai tembaga US$ 4,75 per pon dan nilai emas US$ 4.000 per ounces nan saat ini sebenarnya nilai emas sudah US$ 5.000 per ounces," tutur Tony.
Pada periode 2028 dan 2029, volume produksi tembaga diprediksi menyentuh nomor 1,7 miliar pon tembaga, sementara produksi emas mencapai 43 ton per tahun. Target tersebut merupakan level produksi tertinggi nan bakal dijaga secara konsisten untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan negara.
"Di tahun 2028 sudah mencapai level nan lebih tinggi lagi 1,7 miliar pon tembaga dan 43 ton emas dan seterusnya bakal berkisar di sekitar nomor seperti 2028 dan 2029," jelasnya.
Untuk mendukung sasaran tersebut, PTFI saat ini tengah memastikan keandalan prasarana penambangan di Grasberg Block Caving. Perusahaan melakukan beragam inisiatif guna memastikan kelancaran operasional dan keamanan tambang bawah tanah agar produksi tetap berkepanjangan hingga tahun 2029 dan seterusnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·