Raksasa Ritel Restrukturisasi Besar-besaran, 1.000 Pekerja Bisa di-PHK

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa ritel asal Amerika Serikat (AS), Walmart, dikabarkan bakal memangkas alias memindahkan sekitar 1.000 tenaga kerja instansi pusat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran untuk memperkuat upaya teknologi dan kepintaran buatan (AI).

Laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada Selasa waktu setempat menyebut langkah ini dilakukan seiring upaya perusahaan menggabungkan lebih banyak tim produk teknologi dan AI global. Tujuannya membikin operasional perusahaan menjadi lebih efisien.

"Merampingkan beberapa tim agar dapat beraksi lebih efisien," tulis memo internal perusahaan nan dikutip WSJ, Rabu (13/5/2026).

Di bawah kepemimpinan CEO baru John Furner, Walmart tengah mempercepat transformasi digital berbasis AI demi menghadapi persaingan ketat dengan Amazon, Costco, dan Aldi. WSJ melaporkan bahwa Kepala Akselerasi AI Global Walmart, Daniel Danker, berbareng Kepala Teknologi Global Suresh Kumar, telah meninjau struktur internal perusahaan dan memutuskan untuk merampingkan sejumlah tim.

Selain PHK, sejumlah pekerja juga diminta pindah ke instansi Walmart di Bentonville, Arkansas, maupun California Utara. Kebijakan relokasi ini disebut menjadi bagian dari strategi konsolidasi operasional perusahaan.

Langkah garang Walmart memperkuat AI terjadi saat perusahaan terus mengejar ketertinggalan dari Amazon nan lebih dulu garang mengembangkan teknologi kepintaran buatan di sektor ritel. Amazon sebelumnya meluncurkan chatbot shopping berbasis AI berjulukan Rufus nan bisa membantu pengguna menjawab beragam pertanyaan mengenai produk dan pengalaman berbelanja.

Sementara itu, Walmart pada Juli tahun lampau juga meluncurkan serangkaian "agen super" berbasis AI nan dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus menyederhanakan operasional perusahaan setelah penunjukan Danker. Di sisi lain, Furner pada Februari lampau telah memberi sinyal kehati-hatian terhadap prospek upaya tahun ini, mencerminkan kondisi konsumen AS nan tetap rentan di tengah tekanan ekonomi.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News