Raksasa Migas Italia Temukan Gas Jumbo 5 Triliun Kaki Kubik di RI

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Italia ENI sukses menemukan persediaan gas raksasa baru di Indonesia. Temuan ini berasal dari sumur eksplorasi Geliga-1 nan dibor di Blok Ganal, Cekungan Kutai, Lepas Pantai Kalimantan Timur.  Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Senin (20/4/2024). 

Bahlil menjelaskan bahwa berasas perkiraan awal, penemuan ini mempunyai potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat.

"Saya mau umumkan bahwa Eni baru saja mendapat 1 wk baru giant dari Geliga nan menghasilkan 5 TcF untuk gas dan kita mendapat kondensat 300 juta barel minyak," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Kementerian ESDM, Senin (20/4/2026).

Menurut Bahlil, Eni menargetkan peningkatan produksi gas secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Produksi gas nan saat ini berada di kisaran 600-700 juta kaki kubik per hari (MMscfd) diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 2.000 MMscfd pada 2028.

Selanjutnya, pada 2030 produksi gas diperkirakan kembali meningkat hingga mencapai sekitar 3.000 MMscfd. Adapun selain gas produksi kondensat juga bakal mulai dikembangkan.

"Jadi ini sesuatu nan luar biasa sekali ini giant dengan demikian daripada gas kita menemukan kelak 2028 kita sudah mulai produksi kondensat kurang lebih sekitar 90 ribu barel dan 2029-2030 itu bisa nambah lagi 150 ribu bph," ujar Bahlil.

Sementara itu, berasas keterangan resmi Eni, Sumur Geliga-1 dibor hingga kedalaman total sekitar 5.100 meter di kedalaman laut sekitar 2.000 meter. Penemuan Geliga-1 merupakan bagian dari rekam jejak eksplorasi nan sangat sukses di Cekungan Kutai.

Temuan ini menyusul penemuan raksasa Geng North pada akhir 2023 nan berlokasi hanya sekitar 20 km di selatan Geliga, serta penemuan sumur Konta-1 nan diumumkan pada Desember 2025. Hasil ini semakin menegaskan potensi besar gas di area tersebut serta skalabilitas sumber daya nan ada.

Penemuan ini juga datang setelah adanya Final Investment Decision (FID) untuk proyek gas Gendalo dan Gandang (South Hub) serta lapangan Geng North dan Gehem (North Hub). Proyek North Hub bakal memanfaatkan akomodasi produksi terapung (FPSO) baru dengan kapabilitas pengolahan 1 miliar kaki kubik gas per hari (bscfd) dan 90.000 barel kondensat per hari (bpd), serta memanfaatkan akomodasi LNG nan sudah ada di Bontang.

Penemuan baru ini berdekatan dengan penemuan gas Gula nan belum dikembangkan ialah sebesar 2 Tcf gas dan 75 juta barel kondensat. Penilaian awal menunjukkan bahwa campuran sumber daya Geliga dan Gula mempunyai kapabilitas untuk menghasilkan tambahan 1 bscfd gas dan 80.000 bph kondensat.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News