Rajiv Dorong Infrastruktur Pertanian-Revitalisasi Sekolah di Bandung Barat

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta -

Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv terus mendorong peningkatan prasarana pertanian dan akomodasi pendidikan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar). Upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan jalan upaya tani (JUT) di Desa Mekarjaya, Cihampelas, serta revitalisasi gedung SDN Bojongsalam di Desa Rancapanggung, Cililin.

Anggota Komisi IV DPR RI ini mengatakan pembangunan prasarana nan menyentuh kebutuhan masyarakat kudu dipastikan memberikan faedah nyata. Karena itu, dia tidak hanya meninjau hasil pekerjaan tetapi juga memeriksa langsung kualitas pembangunan untuk memastikan akomodasi nan diberikan sesuai kebutuhan penerima manfaat.

Saat meninjau jalan upaya tani di Desa Mekarjaya, Rajiv menyusuri jalan dari ujung ke ujung untuk memastikan kualitas pengerjaan merata. Ia mau memastikan tidak ada bagian jalan nan dibangun dengan kualitas baik di satu sisi, tetapi justru lebih tipis di bagian lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sengaja jalan dari ujung untuk mengecek, jangan sampai di sini saja nan tebal, sedangkan di sananya tipis. Ternyata tebal semua," kata Rajiv dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, pemeriksaan langsung tersebut krusial agar pembangunan prasarana tidak sekadar memenuhi sasaran pekerjaan, tetapi juga memberikan faedah jangka panjang bagi petani dan masyarakat sekitar.

Ia juga menjelaskan jalan upaya tani mempunyai peran krusial dalam menunjang aktivitas pertanian, terutama untuk mempermudah mobilitas petani menuju lahan dan memperlancar pengangkutan hasil produksi. Kondisi jalan nan memadai diharapkan dapat mengurangi halangan nan dihadapi petani ketika menjalankan aktivitas upaya mereka.

Untuk itu, dia berambisi keberadaan jalan upaya tani tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas pertanian di Desa Mekarjaya.

"Mudah-mudahan jalan ini berfaedah dan bisa meringankan beban petani serta masyarakat. Jadi, jika membawa motor tidak lagi oglek-oglek. Kalau hujan sedikit, saya rasa bisa kepeleset. Jangankan naik motor, jalan kaki saja bisa kepeleset," ujar Legislator dari wilayah pemilihan (dapil) Jabar II ini.

Di samping itu, Rajiv mengapresiasi golongan tani dan masyarakat Desa Mekarjaya nan telah menjaga serta memanfaatkan support prasarana tersebut dengan baik. Baginya, pemeliharaan akomodasi nan telah dibangun menjadi bagian krusial agar faedah program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Terima kasih, amanah ini sudah dijaga dengan baik oleh penerima manfaat. Kalau penerima manfaatnya seperti ini, saya tambah semangat untuk menambah lagi sampai ujung sana," tegas Rajiv.

Namun, dia mengakui keterbatasan anggaran membikin pembangunan tidak dapat dilakukan secara berbarengan di seluruh desa maupun golongan tani. Oleh karena itu, penentuan prioritas dan penyelenggaraan program secara berjenjang menjadi perihal nan tidak bisa dihindari.

"Tidak semua golongan dan tidak semua desa bisa segera mendapatkan aspirasi seperti ini lantaran kita memang punya keterbatasan anggaran. Namun, Desa Mekarjaya ini adalah amanah, maka bakal saya perjuangkan lagi sampai ujung ke sana. Nanti tahun depan, jangan sampai ditagih lenyap di sini," imbuhnya.

Lebih lanjut, Rajiv menambahkan, pembangunan prasarana pertanian kudu menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dari tingkat desa. Akses nan memadai merupakan salah satu kebutuhan dasar untuk mendukung aktivitas petani, selain sarana produksi dan support lainnya.

"Ini adalah program dari pemerintah, kita juga terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo nan sangat concern sama pertanian, serta Ketua Komisi IV DPR RI," ucapnya.

Pada kesempatan terpisah, Rajiv juga memandang penyelenggaraan revitalisasi gedung SDN Bojongsalam. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari perhatian Rajiv terhadap kebutuhan akomodasi pendidikan, terutama kondisi ruang kelas nan digunakan siswa untuk aktivitas belajar mengajar.

Selanjutnya, Rajiv menanyakan kondisi sekolah, termasuk keamanan penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah. Selain itu, dia menggali info mengenai support revitalisasi nan diterima serta bagian gedung nan diperbaiki.

Menurut Rajiv, kebutuhan pembangunan di wilayah tidak hanya berangkaian dengan prasarana ekonomi tetapi juga akomodasi pelayanan dasar, terutama pendidikan. Keduanya mempunyai peran krusial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Pengawalan aspirasi masyarakat di sektor pertanian dan pendidikan ini untuk memastikan program pembangunan betul-betul menjawab kebutuhan warga. Sebab, keberhasilan program tidak cukup diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari faedah nan dirasakan masyarakat," pungkasnya.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑