Rajiv Bantu Program Bedah Rumah Warga Kabupaten Bandung

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta -

Legislator DPR RI Rajiv mendukung program rumah layak huni lewat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Menurutnya, rumah layak huni merupakan kebutuhan mendasar nan menentukan keamanan, kesehatan, kenyamanan, dan masa depan sebuah keluarga.

"Melihat kebahagiaan masyarakat penerima faedah menjadi pengingat bagi kita semua bahwa rumah nan layak bukan hanya gedung fisik. Rumah nan baik dapat menghadirkan rasa aman, kenyamanan, dan angan baru bagi sebuah keluarga," ungkap Rajiv dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7/2026).

Untuk mendukung program tersebut, Rajiv mengatakan dirinya pun turut mengeluarkan biaya pribadinya untuk memberikan tambahan hingga Rp 340 juta bagi 17 rumah penerima faedah agar bangunannya berasal dari material terbaik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu dia ungkapkan langsung dalam peninjauan penyelenggaraan BSPS nan dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta jejeran pemerintah pusat dan wilayah saat menyampaikan komitmen di hadapan penduduk Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hari ini.

"Pemerintah sudah memberikan support melalui program BSPS. Saya juga bakal menambahkan support secara pribadi sebesar Rp 20 juta untuk masing-masing rumah agar kualitas pembangunannya semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal," ujar Rajiv.

Lebih lanjut, politisi muda partai NasDem ini menegaskan bahwa tugasnya sebagai personil DPR RI tidak hanya menyampaikan aspirasi masyarakat dalam rapat-rapat di parlemen, tetapi juga mengawal penyelenggaraan program pemerintah dan menghadirkan solusi langsung bagi masyarakat di wilayah pemilihannya.

"Sebagai wakil masyarakat Kabupaten Bandung, saya mempunyai tanggung jawab untuk memastikan program pemerintah betul-betul sampai kepada rakyat nan membutuhkan," ungkapnya.

Berdasarkan info Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kabupaten Bandung pada 2026 memperoleh alokasi BSPS sebanyak 3.235 unit rumah nan tersebar di 31 kecamatan dan 196 desa. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan alokasi tahun 2025 nan sebanyak 35 unit rumah. Sementara itu, Provinsi Jawa Barat memperoleh alokasi BSPS terbesar secara nasional pada 2026, ialah sebanyak 46.817 unit rumah.

Rajiv mengapresiasi peningkatan alokasi support tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa besarnya alokasi kudu diikuti pengawasan nan kuat agar seluruh support tepat sasaran dan kualitas pembangunan tetap terjaga.

"Peningkatan alokasi ini merupakan berita baik bagi masyarakat Kabupaten Bandung. Tugas kami selanjutnya adalah mengawal agar support diberikan kepada penduduk nan betul-betul memerlukan dan pembangunan rumah dilakukan dengan kualitas nan baik," jelasnya.

Pada kesempatan nan sama legislator nan berkawan disapa 'kang Rajiv' juga menyampaikan komitmennya tidak berakhir pada support perumahan. Dia juga bakal memperjuangkan program aspirasi budidaya tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Program tersebut direncanakan sebagai upaya membuka kesempatan upaya baru, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta memperkuat sumber pendapatan family di Desa Cilampeni dan wilayah sekitarnya.

"Kami bakal memperjuangkan program aspirasi budidaya tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Harapannya, masyarakat tidak hanya mempunyai rumah nan lebih layak, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan upaya dan meningkatkan pendapatan keluarga," ujarnya.

Menurut Rajiv, peningkatan kesejahteraan masyarakat memerlukan pendekatan nan menyeluruh. Program perumahan kudu melangkah beriringan dengan pemberdayaan ekonomi agar masyarakat mempunyai fondasi kehidupan nan lebih kuat dan berkelanjutan.

"Rumah nan layak memberikan rasa aman, sedangkan kesempatan upaya memberikan kemandirian. Keduanya kudu diperjuangkan berbareng agar taraf hidup masyarakat betul-betul meningkat," tutupnya.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News