Niko Prayoga
, Jurnalis-Minggu, 08 November 2026 |14:05 WIB

Ilustrasi berpikir kreatif. (Foto: dok stockking/Magnific)
JAKARTA — Kata “Berpikir Kreatif” tentunya sering didengar bagi sebagian orang. Apalagi saat duduk di bangku sekolah, pembimbing selalu mengajarkan untuk berpikir kreatif. Berpikir imajinatif rupanya bukan satu perihal nan sia-sia. Sebab, perilaku ini rupanya berpengaruh terhadap usia otak agar lebih muda.
Kok bisa? Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata dalam utas di akun Threads miliknya pada Kamis, 5 November 2026 menuliskan bahwa ada hubungan antara berpikir imajinatif dengan usia otak nan lebih muda. Bukan sekedar mitos alias bualan, perihal itu merujuk pada riset berjudul Creative experiences and brain clocks.
“Gue jadi berupaya untuk selalu berpikir imajinatif setelah baca jurnal ini,” ujar dr. Adam, dikutip Minggu (8/11/2026).
Ia menjelaskan, riset ini meneliti pola dan aktivitas otak dari 1.472 orang dewasa nan tersebar di 13 negara. Peneliti membandingkan struktur otak golongan orang nan bergulat di bagian imajinatif dengan orang nan tidak beraktivitas di sektor tersebut.
“Jadi ada penelitian pada 1.472 orang dewasa di 13 negara nan membandingkan aktivitas otak pada orang nan imajinatif (seniman visual, musisi, penari, dsb) dengan orang nan tidak bekerja secara kreatif,” jelasnya.
27 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·