Jakarta -
Kalimantan Timur ditetapkan sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 nan diumumkan pada penutupan MTQ Nasional XXXI. Kafilah Kalimantan Timur meraih 288 poin, disusul Jawa Tengah dengan 208 poin dan DKI Jakarta 129 poin.
Pada kesempatan tersebut Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan estafet penyelenggaraan MTQ Nasional berikutnya bakal bersambung ke Jakarta pada 2027.
"Piala bergilir kembali ke Kalimantan Timur. Sampai bertemu di MTQ berikutnya di Jakarta," ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, berakhirnya MTQ bukan akhir dari upaya membumikan Al-Qur'an, melainkan nilai-nilai Al-Qur'an kudu semakin datang dalam kehidupan nyata.
"Malam ini musabaqah berakhir. Para juara telah ditetapkan dan mereka bakal kembali ke wilayah masing-masing. Namun, tugas kita untuk membumikan Al-Qur'an justru dimulai setelah kemeriahan ini," tuturnya.
Nasaruddin menyampaikan empat arah pengembangan MTQ untuk ke depannya. Pertama, MTQ perlu berkembang dari sekadar perlombaan menjadi ekosistem pembelajaran dan peradaban Al-Qur'an.
Pembinaan qari-qariah, hafiz-hafizah, mufasir, penulis, dan kaligrafer kudu berjalan secara terencana dan berkelanjutan, tidak berakhir setelah kejuaraan selesai.
Kedua, MTQ kudu semakin inklusif. Pengembangan bagian bagi penyandang disabilitas perlu diikuti ekspansi akses terhadap tenaga pengajar.
"Begitu juga dengan metode pembelajaran, dan akomodasi keagamaan nan ramah disabilitas," tegas Nasaruddin.
Ketiga, generasi Qurani perlu menguasai perkembangan teknologi, termasuk kepintaran buatan (AI), tanpa kehilangan integritas dan kompas moral.
"Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas pendidikan, dakwah, dan akses pengetahuan, dengan tetap mewaspadai disinformasi, manipulasi, penyalahgunaan data, dan ujaran kebencian di ruang digital," sambungnya.
Keempat, MTQ kudu menghadirkan faedah ekonomi bagi masyarakat. Nasaruddin mengatakan penyelenggaraan MTQ menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, UMKM, dan industri kreatif. Berdasarkan kalkulasi Pemprov Jawa Tengah dan BPS nan disampaikan dalam penutupan, perputaran ekonomi selama MTQ diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.
"Ini menunjukkan bahwa syiar Al-Qur'an melangkah beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Nasaruddin juga menyampaikan apresiasi kepada Jawa Tengah dan Kota Semarang serta seluruh pihak nan telah menyukseskan MTQ Nasional XXXI. Ia berpesan kepada seluruh kafilah agar semangat Al-Qur'an nan tumbuh selama MTQ dibawa pulang ke wilayah masing-masing.
"Sampaikan kepada masyarakat bahwa kita datang dari latar belakang berbeda, tetapi dipersatukan oleh kecintaan kepada Al-Qur'an dan pengabdian kepada Indonesia," pungkasnya.
Sebagai informasi, aktivitas nan digelar di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/9) kemarin ini turut dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Selain itu, datang pula Ketua Umum LPTQ Nasional Abu Rokhmad, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab, para kepala daerah, pejabat Kementerian Agama, berilmu ulama, Dewan Hakim, serta kafilah dari seluruh Indonesia.
(anl/ega)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·