Rahayu Saraswati Soroti Kasus Kekerasan di Daycare Yogya: Perketat Pengawasan

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusomo di tempat Rapimnas Gerindra, Jakarta, Senin (23/10/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ketua Umum TIDAR Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo menyoroti kejadian di Daycare Little Aresha di Umbulharjo, Yogyakarta, nan melakukan kekerasan dan penelantaran. Total ada 53 anak nan menjadi korban.

Sara mengatakan, kejadian nan terjadi di Daycare Little Aresha kudu menjadi perhatian pemerintah.

"Ini menjadi tamparan keras bagi negara. Kita kudu meningkatkan keahlian kita untuk melakukan pengawasan di level terbawah," kata Sara kepada wartawan, Rabu (29/4).

Wakil Ketua Komisi VII DPR ini tidak mau kejadian serupa terjadi di tempat lain. Ia meminta dinas sosial dan dinas pemberdayaan wanita dan perlindungan anak aktif melakukan pengawasan.

"Saya mengimbau Dinsos dan DinPPPA bekerja sama dengan ibu-ibu PKK serta para Pekerja Sosial di setiap wilayah sampai ke level desa untuk melakukan pengawasan atas setiap organisasi sosial di wilayah masing-masing. Tentu tetap dengan menjaga keamanan dan privasi semua nan dilayani," kata Sara.

Ketua Bidang Pengembangan Peranan Perempuan TIDAR, Shalimar Anwar Sani. Foto: Istimewa

Sementara Ketua Bidang Pengembangan Peranan Perempuan TIDAR, Shalimar Anwar Sani, menilai dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha tidak bisa dipandang sebagai kasus tunggal.

"Ini adalah gambaran dari lemahnya pengawasan, longgarnya standar operasional, serta belum terintegrasinya sistem perlindungan anak dalam jasa pengasuhan sehari-hari. Ketika tempat nan semestinya menjadi ruang kondusif justru menjadi sumber trauma, maka negara tidak boleh diam," kata Shalimar.

TIDAR menegaskan, peran wanita sangat strategis dalam ekosistem pengasuhan. Namun, tanggung jawab ini tidak boleh dibebankan hanya pada individu, negara kudu datang melalui sistem nan kuat dan dapat dipercaya.

"Jika negara kandas memastikan keamanan anak apalagi di ruang pengasuhan, maka nan kita hadapi bukan sekadar kelalaian, tetapi krisis kepercayaan publik. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan dalam corak apa pun. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi soal keberpihakan nyata negara terhadap masa depan generasi bangsa," ucap dia.

video from internal kumparan

TIDAR menekankan, jangan sampai negara menunggu kasus berikutnya untuk bertindak. Reformasi sistem daycare kudu dilakukan sekarang secara menyeluruh, terukur, dan berkelanjutan.

TIDAR berkomitmen terus mengawal rumor ini dan mendorong kebijakan nan berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak Indonesia.

"Anak-anak Indonesia berkuasa tumbuh dalam rasa aman, bukan ketakutan," kata Shalimar.

Rumah kontrakan nan digunakan sebagai Daycare Little Aresha Yogyakarta di Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta dicorat-coret orang tak dikenal (OTK). Foto: Panji/kumparan

Berikut 4 langkah nan diusulkan TIDAR agar kasus serupa tidak terjadi kembali:

  1. Penegakan norma nan tegas dan transparan, tanpa kompromi terhadap seluruh pihak nan terlibat.

  2. Audit nasional terhadap seluruh lembaga daycare, termasuk legalitas, standar operasional, dan kualitas tenaga pengasuh.

  3. Reformasi izin lintas sektor guna menghadirkan standar nasional nan ketat dan terukur dalam jasa pengasuhan anak.

  4. Profesionalisasi tenaga pengasuh melalui sertifikasi dan peningkatan kapabilitas berbasis perlindungan anak.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan