loading...
Telkomsel mengintegrasikan kepintaran buatan dan transformasi budaya internal untuk menyederhanakan pengalaman digital bagi jutaan penggunanya di Indonesia. Foto: Telkomsel
JAKARTA - Telkomsel menandai perjalanan 31 tahunnya di Indonesia dengan menggeser konsentrasi operasional secara total ke pendekatan Customer First untuk memastikan jasa nan lebih responsif dan efisien.
Langkah ini bukan sekadar perubahan citra, melainkan perombakan esensial pada proses bisnis, pemanfaatan teknologi jaringan otonom (autonomous network), dan optimasi kanal digital guna menjawab ekspektasi pengguna nan kian kompleks di tahun 2026.
Strategi Customer First dan Integrasi Teknologi Digital
Dalam persaingan pasar telekomunikasi Indonesia nan semakin ketat, pengalaman pengguna (Customer Experience) menjadi aspek pembeda utama dibandingkan sekadar perang tarif.
Telkomsel mengimplementasikan prinsip Customer First nan berakibat langsung pada kreasi produk dan kecepatan respons kendala.
Pilar utama dari transformasi ini meliputi:

• Aplikasi MyTelkomsel & Veronika: Peningkatan kapabilitas asisten virtual dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) generatif untuk memberikan jawaban nan lebih jeli dan personal.
• Autonomous Network: Penggunaan jaringan berbasis AI nan bisa melakukan mitigasi gangguan secara otomatis sebelum dirasakan oleh pengguna.
• Omnichannel: Penyelarasan kualitas jasa antara kanal digital (aplikasi, media sosial) dengan jasa tatap muka di titik jasa resmi.
Metra C. Utama, Senior VP Customer Experience Management Telkomsel, menjelaskan bahwa perusahaan tengah memperkuat fondasi jasa agar betul-betul berpusat pada pelanggan.
"Kami memastikan setiap penemuan dan penyempurnaan jasa dilandasi oleh pemahaman nan lebih dalam terhadap kebutuhan dan ekspektasi pengguna nan terus berkembang," ujarnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·