Raffi Ahmad Kontak Seskab Teddy dan Dasco Usai Disentil Kasus Blueray

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Raffi Ahmad mengaku sempat berkomunikasi dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad setelah namanya disebut dalam kasus dugaan suap mengenai importasi peralatan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

"Saya sudah berkomunikasi pasti sama pihak istana, ya sama Pak Teddy, Pak Seskab. Saya juga berbincang juga kepada ketua DPR, juga Pak Dasco," kata Raffi dalam konvensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (11/6).

Utusan Khusus Presiden bagian Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu meminta saran soal gimana merespon persoalan tersebut. Raffi mengaku dirinya kemudian diarahkan untuk menunjuk pengacara nan kompeten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai tindak lanjut, Raffi pun lantas menunjuk Hotman Paris untuk mendampingi dirinya dalam merespon persoalan ini.

"(Saya tanya) apalagi nan kudu saya lakukan, 'sudah, cari pengacara nan kompeten, nan bisa membantu untuk semua ini, dan tanyakan apa langkah nan terbaik untuk membersihkan nama sendiri, nama pribadi, dan juga betul benar kita kudu jangan sampai ini terbawa jadi ke politik', gitu loh," tutur dia.

"Akhirnya, langkah apa pun nan saya bakal lakukan, saya bakal berkonsultasi sama Bang Hotman," sambungnya.

Raffi mengaku dirinya sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan persoalan ini. Namun, lantaran saat ini dirinya adalah Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi pun akhirnya mengambil sikap untuk merespon.

"Ini lantaran sekarang lantaran ada satu nan saya tadi saya bilang, lantaran kepercayaan amanah sebagai Utusan Khusus Presiden, ya saya jika kayak begini, saya kudu clear-kan. Kalau dulu saya banyak pencitraan-pencitraan, jika sekarang jika seperti ini, saya betul-betul kudu speak up dan saya kudu luruskan. Dari era pencucian duit dan sampai sekarang, saya kudu clear-kan semua," ucap dia.

Raffi Ahmad disebut-sebut dalam kasus dugaan suap mengenai importasi peralatan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Nama Raffi pertama kali muncul pada persidangan dengan terdakwa Pimpinan Blueray Cargo (Grup) John Field dan kawan-kawan nan berjalan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jumat (5/6).

Dalam sidang itu, jaksa KPK awalnya menanyakan kepada saksi Sri Pangestuti namalain Tuti selaku Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) mengenai permintaan pengiriman laptop dan iPhone 17 dari AS ke Indonesia.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Yohanes, nan merupakan asisten pribadi John Field, saat Raffi mengunjungi Kantor Blueray Cargo di AS.

"Ibu pernah diminta support untuk, ini ada di chat komunikasi WA (WhatsApp) ibu, ibu pernah diminta support untuk mengirimkan laptop sama iPhone dari Amerika Serikat?" tanya jaksa dalam persidangan.

Tuti lantas membenarkan komunikasi antara dirinya dengan Yohanes. Namun, dia menyatakan enggan memenuhi permintaan dimaksud.
Nama Raffi diketahui juga tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Yohanes. Hal ini sempat ditanyakan jaksa dalam persidangan pada Rabu (20/5).

"Di BAP Nomor 108, ini ada titipan kargo di Bali atas nama Raffi Ahmad melalui Nelwan pegawai Blueray Jakarta perwakilan Amerika Serikat. Dia ada nitip laptop sama hp, gimana ini saksi?" tanya jaksa.

Yohanes lantas menjelaskan bahwa Nelwan merupakan Kepala Divisi Blueray Cargo di AS. Saat itu, Raffi sedang berlibur.

"Izin saya jelaskan. Jadi, lagi itu dari Ko Nelwan, dia kepala bagian Amerika, dia ada apa si Raffi lagi jalan-jalan ke Amerika, mau titip handphone. Itu iPhone 17 jika enggak salah baru keluar, buat masukin," jawab Yohanes.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun mengonfirmasi bahwa nama Raffi disebut dalam perkara tersebut.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan nama Raffi muncul lantaran dirinya sempat berjamu ke Kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat (AS) untuk menitip alias mengirimkan sejumlah peralatan elektronik ke Indonesia, seperti iPhone 17.

"Betul, ada kebenaran kerabat RA [Raffi Ahmad] itu menitip," kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6) malam.

(dis/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional