Qatar vs Bosnia: Misi Wajib Menang Kedua Tim Jelang Laga Pamungkas

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Misi Wajib Menang Kedua Tim Jelang Laga Pamungkas Ilustrasi(Dok Istimewa)

QATAR dan Bosnia-Herzegovina bakal saling jegal pada laga pamungkas Grup B di Seattle, Kamis (25/), demi menjaga kesempatan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan menjadi nilai meninggal bagi kedua tim.

Kedua tim sejatinya mengawali turnamen dengan cukup menjanjikan. Qatar, nan penampilan perdananya terjadi saat menjadi tuan rumah pada 2022, sukses mencuri poin lewat gol penyeimbang di menit-menit akhir kontra Swiss.

Sementara itu, Bosnia bisa menahan seri Kanada. Namun, hasil jelek pada laga kedua memaksa mereka sekarang kudu mengincar posisi ranking ketiga terbaik grup.

Pada laga sebelumnya, Qatar hancur lebur setelah tak berkutik 0-6 dari Kanada, nan diperparah oleh kartu merah Homam Al-Amin. 

Di sisi lain, pertahanan Bosnia sempat kokoh selama 70 menit sebelum akhirnya rontok dan kalah 1-4 dari Swiss. 

Margin kekalahan nan besar ini merusak selisih gol kedua tim, nan bisa menjadi batu sandungan dalam penentuan ranking ketiga terbaik.

Dengan kalkulasi bahwa dua poin tidak bakal cukup untuk lolos, hasil seri dipastikan tidak berfaedah bagi kedua tim. 

Situasi itu diprediksi bakal melahirkan permainan terbuka, meskipun kedua negara belum pernah lolos dari fase grup dan biasanya lebih nyaman memperagakan strategi memperkuat serta serangan balik.

Qatar dipastikan tampil pincang tanpa Al-Amin dan Assim Madibo nan terkena hukuman kartu merah saat melawan Kanada. Tekel keras Madibo apalagi menyebabkan gelandang Kanada, Ismael Kone, mengalami patah kaki.

Kendati demikian, pembimbing Qatar Julen Lopetegui mencoba tetap optimistis setelah kekalahan telak pekan lalu.

"Ada negara-negara lain, negara-negara besar, mereka menyaksikan Piala Dunia di TV—dan kami berada di sini,"  "Sekarang kami mempunyai satu laga final di depan kami," ujar Lopetegui dikutip dari Gulf Times.

Bosnia, nan lolos ke putaran final setelah menyingkirkan Italia lewat adu penalti, lebih difavoritkan dalam laga ini.

Namun, mereka juga kehilangan bek muda potensial berumur 23 tahun, Tarik Muharemovic, akibat kartu merah langsung saat berjumpa Swiss.

Pelatih Bosnia, Sergej Barbarez, mengakui absennya Muharemovic sebagai kerugian besar, tetapi dia menolak untuk meratap.

"Saya tidak suka mengeluh. Saya pikir kami mempunyai jumlah pemain bagus nan cukup untuk menggantikannya," tegas Barbarez.

Saat ini Kanada memimpin Grup B dengan selisih gol +6, disusul Swiss dengan +3. Sementara itu, Bosnia terpuruk dengan -3 dan Qatar di dasar klasemen dengan -6.

Kemenangan absolut diperlukan untuk mendongkrak posisi mereka dalam persaingan delapan tim ranking ketiga terbaik turnamen.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia