Putin-Trump Diskusi 90 Menit Via Telepon, Bahas Perang di Ukraina dan Iran

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersalaman dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setibanya untuk melakukan pertemuan mengenai KTT AS-Rusia di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska, Jumat (15/8/2025). Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP

Presiden Rusia Vladimir Putin baru saja berbincang dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump via telepon. Ajudan Putin, Yuri Ushakov menyebut, mereka berdua membicarakan situasi perang di Timur Tengah dan Ukraina.

Dilansir AFP, pembicaraan itu berjalan 90 menit. Ushakov menyebut, keduanya terlibat pembicaraan nan lugas.

"Presiden (Putin) memberi perhatian unik mengenai situasi di Iran dan teluk Persia. Katanya, keputusan Donald Trump untuk memperpanjang gencatan senjata di Iran sudah tepat sehingga memperpanjang kesempatan negosiasi, nan tujuannya menstabilkan kawasan," ucap Ushakov, Rabu (29/4).

Seorang pelaut Angkatan Laut AS mengawasi saat kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN-72) melakukan pengisian ulang di laut dengan kapal tanker USNS Henry J. Kaiser dalam mendukung Operation Epic Fury (18/3/2026). Foto: US Navy/HO via REUTERS

Tapi, Putin juga mengingatkan Trump bahwa terus menyerang Iran tak hanya merusak negara itu saja. Tapi juga organisasi internasional.

"Jika AS-Israel menyerang Iran lagi, tak hanya Iran nan rusak, tapi juga tetangganya dan seluruh organisasi internasional," kata Ushakov.

Rusia juga menjamin bahwa mereka bakal selalu siap memberi support nan dibutuhkan, dalam upaya diplomasi mengakhiri perang.

Selain soal Timur Tengah, perang di Ukraina juga dibahas. Tahun ini adalah tahun kelima invasi Rusia ke Ukraina.

Tentara Ukraina menembak jatuh rudal Rusia saat asap mengepul dari kota selama serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, Minggu (7/9/2025). Foto: Thomas Peter/REUTERS

"Presiden Trump juga minta penjelasan soal situasi terkini di Ukraian, lampau Putin menjelaskan, pasukan kita tetap menguasai titik-titik strategis dan memukul mundur musuh," ucap Ushakov.

Menariknya, kata Ushakov, mereka berdua sepakat bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky lah nan justru mau bentrok berlarut.

"Baik Putin dan Donald Trump menyampaikan pandangan nan sama, terutama mengenai keputusan Kiev nan dipimpin Zelensky, nan menggalang support Eropa, sebagai bagian dari kebijakan memperpanjang perang," kata Ushakov.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan