Putin Ngamuk! Rusia Hujani Ukraina dengan 90 Rudal dan 600 Drone

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesar sejak perang pecah pada 2022. Moskow dilaporkan menghujani Ukraina dengan 90 rudal dan 600 drone, termasuk rudal hipersonik Oreshnik nan diklaim bisa membawa hulu ledak nuklir.

Serangan besar-besaran itu menghantam Kyiv dan wilayah sekitarnya pada Senin (25/5/2026) awal hari waktu setempat. Otoritas Ukraina melaporkan sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari 80 lainnya luka-luka akibat rentetan serangan tersebut.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menggambarkan malam itu sebagai salah satu nan paling mencekam bagi ibu kota Ukraina.

"Ini adalah malam nan mengerikan bagi Kyiv. Saat ini, tim penyelamat sedang memadamkan api dan membersihkan puing-puing. Petugas medis memberikan support kepada para korban," ujar Klitschko melalui Telegram, seperti dikutip CNBC International.

Ledakan terdengar di beragam titik kota sejak sekitar pukul 01.00 awal hari. Serangan itu memicu kerusakan pada puluhan gedung apartemen, sekolah, kantor, hingga akomodasi umum. Jendela gedung Kementerian Luar Negeri Ukraina dilaporkan pecah akibat gelombang ledakan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia untuk ketiga kalinya menggunakan rudal hipersonik Oreshnik sejak invasi besar-besaran dimulai pada Februari 2022.

Rudal Oreshnik diketahui mempunyai jangkauan ribuan kilometer dan disebut bisa membawa hulu ledak nuklir. Dalam serangan terbaru, rudal tersebut menghantam Bila Tserkva, kota berpenduduk sekitar 200.000 jiwa nan berjarak sekitar 64 kilometer dari pinggiran Kyiv.

"Penting agar ini tidak dibiarkan tanpa akibat bagi Rusia," kata Zelenskyy. "Keputusan diperlukan dari Amerika Serikat, Eropa, dan pihak lainnya."

Menurut Zelenskyy, Rusia juga menargetkan akomodasi pasokan air Ukraina. Ia menuding Moskow sengaja mencoba melumpuhkan prasarana krusial menjelang musim panas saat kebutuhan air meningkat.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut serangan tersebut sebagai jawaban atas serangan Ukraina ke sasaran sipil di wilayah Rusia. Moskow menyatakan telah menggunakan beragam rudal canggih seperti Oreshnik, Iskander, Kinzhal, dan Zircon untuk menghantam akomodasi militer Ukraina.

Kantor buletin Interfax mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia nan mengatakan sasaran serangan meliputi pusat komando militer, pangkalan udara, letak intelijen, hingga akomodasi industri pertahanan Ukraina. Namun Ukraina membantah menargetkan penduduk sipil Rusia.

Di Kyiv, ribuan penduduk berlarian menuju stasiun metro untuk berlindung dari rentetan ledakan nan berjalan berjam-jam.

Serangan juga meluas ke wilayah lain Ukraina. Dua orang dilaporkan tewas dan sembilan lainnya terluka di wilayah Kyiv nan lebih luas. Sementara di kota Cherkasy, sebuah drone menghantam blok apartemen dan melukai 11 orang.

Saat mentari terbit, asap hitam tampak membumbung di beragam perspektif Kyiv. Petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat terus bekerja mengevakuasi korban dari gedung nan rusak parah.

Salah satu gedung apartemen lima lantai apalagi dilaporkan runtuh di bagian depan akibat hantaman serangan.

Sebelumnya, Zelenskyy telah memperingatkan adanya indikasi Rusia tengah menyiapkan serangan menggunakan Oreshnik berasas intelijen Ukraina, Amerika Serikat, dan Eropa. Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri pernah menyatakan rudal Oreshnik nyaris mustahil dicegat lantaran melaju dengan kecepatan lebih dari 10 kali kecepatan suara.

(tfa/tfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News