KMI Hiroshima Dorong Lembaga Filantropi Ikut Bantu Masjid di Jepang

Sedang Trending 1 jam yang lalu
KMI Hiroshima Dorong Lembaga Filantropi Ikut Bantu Masjid di Jepang Ilustrasi(Dok Istimewa)

Keluarga Muslim Indonesia (KMI) Hiroshima, organisasi filantropi nan aktif dalam aktivitas sosial, dakwah, dan pertukaran budaya Indonesia-Jepang, mendorong lembaga filantropi dan lembaga pemerintah nan membidangi kepercayaan dan kemanusiaan untuk turut menyalurkan program bagi masjid di Jepang. Berdasarkan info 2025, jumlah Muslim di Hiroshima tercatat sekitar 6.700 jiwa dan terus bertambah, namun hingga sekarang belum ada lembaga lokal nan secara unik berkedudukan sebagai jembatan dakwah dan filantropi Islam ala Indonesia, semacam "Baznas" di tingkat lokal, sebuah kekosongan nan mau diisi KMI Hiroshima.

Hal itu disampaikan Ketua KMI Hiroshima, Adam Jehan, dalam keterangan tertulis dari Hiroshima, Jepang, Sabtu (20/6).

"Kami mengapresiasi organisasi filantropi baik Lembaga Amil Zakat (LAZ), Baznas RI, maupun ANGKASA Malaysia nan mempunyai program pemakmuran masjid dan pemberdayaan nan sudah mendunia," ujar Adam, mahasiswa program Master of Business Administration (MBA) di Hiroshima University ini.

Ia mencontohkan beberapa lembaga seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas RI), dan Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA). Adam mengapresiasi capaian BAZNAS RI nan telah mengumpulkan lebih dari satu triliun rupiah, serta program penyaluran support koperasi ANGKASA Malaysia untuk jamaah masjid nan telah terealisasi di beragam negara ASEAN, termasuk untuk penyintas musibah banjir Sumatra di Sumbar dan Aceh.

"Jika tak ada aral melintang, kami siap mengoordinasikan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Kami juga sangat terbuka jika ANGKASA Malaysia mau mengimplementasikan program serupa di negara-negara Asia Timur seperti Jepang. Kami bakal menyambut baik jika BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia menyalurkan program-programnya melalui KMI Hiroshima," kata Adam.

Sebagai langkah konkret, KMI Hiroshima menjalankan program Mosque Visit, tur masjid nan menjadi bagian dari peringatan Hari Multikulturalisme dan Filantropi. Lebih dari 100 penduduk Jepang mengikuti tur berjudul "Mengenal Islam Indonesia nan Multikultural dan Damai" di Masjid Hiroshima, bermaksud memperkenalkan dakwah rahmatan lil 'alamin nan menampilkan wajah Islam Indonesia nan toleran dan inklusif, nan telah hidup selaras di Jepang hingga generasi ketiga.

Dalam kunjungan tersebut, peserta mendapat penjelasan mendalam tentang Islam Indonesia sebagai kepercayaan kebanyakan nan menjunjung kebinekaan dan kerukunan antarumat beragama, disampaikan oleh Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Mihara, Hiroshima, Ustaz Tarmizi. Peserta juga menyaksikan langsung praktik dan penyelenggaraan shalat Zuhur berjamaah, sehingga dapat memahami kekhusyukan dan ketertiban ibadah dalam tradisi Muslim Indonesia, dilanjutkan dengan jamuan makan siang berbareng menu legal unik Indonesia sebagai simbol kebersamaan dan penghargaan budaya.

"Sebagai organisasi nan bergerak di bagian filantropi, kami sangat ceria menyambut family Jepang di Masjid Hiroshima. Melalui aktivitas ini, kami mau memperkenalkan Islam Indonesia nan rahmatan lil 'alamin: damai, inklusif, dan penuh penghargaan terhadap perbedaan. Ke depan, kami mau KMI Hiroshima menjadi pionir filantropi Islam Indonesia di Jepang,  menjembatani program-program dunia ke organisasi Muslim Indonesia nan sekarang telah mencapai generasi ketiga di negeri ini," ujar Adam.

Sebagai bukti konkret peran KMI Hiroshima sebagai pemain dalam filantropi Islam, bukan sekadar fasilitator, Adam memaparkan, pada momentum Idul Fitri tahun ini, Masjid Mihara berbareng KMI Hiroshima menginisiasi penerimaan amal dan infaq dari organisasi Muslim Indonesia di Hiroshima. Total biaya nan terkumpul mencapai lebih dari Rp50 juta, nan seluruhnya disalurkan kembali kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di Hiroshima nan membutuhkan.

"Filosofi kami sederhana: dari Hiroshima, untuk Hiroshima. Dana nan terkumpul dari organisasi di sini, kami salurkan kembali untuk organisasi di sini juga. Ini menjadi model awal gimana filantropi Islam Indonesia bisa berakar dan tumbuh di tanah rantau," ujar Adam.

Adam menambahkan, pihaknya antusias untuk berkolaborasi dengan Baznas RI dan ANGKASA Malaysia melalui KBRI dalam program dakwah kultural Islam rahmatan lil 'alamin, termasuk membentuk UPZ masjid dan jaringan relawan amal dan filantropi Islam di Jepang. "Jika diberi kesempatan, kami siap bersilaturahmi dan beraudiensi, baik secara daring untuk jangka pendek maupun secara luring untuk jangka panjang, agar Islam Indonesia nan damai, inklusif, dan toleran semakin tertanam di hati saudara-saudari kita penduduk Jepang," tutupnya.

KMI Hiroshima bekerja sama dengan Pemerintah Kota Hiroshima dalam menjalankan program ini. "Hubungan Indonesia dan Jepang telah terjalin sangat baik. Kunjungan seperti ini menjadi bentuk diplomasi budaya dan kepercayaan nan mempererat persahabatan kedua bangsa," kata Adam. Acara ini sekaligus memperkenalkan eksistensi organisasi Muslim Indonesia di Jepang nan telah mencapai generasi ketiga, dan memperkuat pemahaman masyarakat setempat tentang Islam nan tenteram dan moderat. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia