Puteri Komarudin Apresiasi Kebijakan Pemerintah Jaga Subsidi Energi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Puteri Komarudin menilai kebijakan pemerintah untuk tidak meningkatkan nilai BBM dan LPG subsidi berkedudukan krusial dalam menjaga daya beli masyarakat, sekalipun nilai minyak mentah bumi mengalami kenaikan.

Menurut Puteri, dengan subsidi nan terjaga, maka kita bisa melindungi konsumsi masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah. Ini tercermin dari inflasi nan tetap terkendali,

"Tentu, kami sangat mengapresiasi kebijakan ini nan merupakan bentuk keberpihakan Pak Presiden dan Pak Bahlil kepada masyarakat mini nan selama ini berjuntai penggunaan daya subsidi. Bahkan, pemerintah berkomitmen untuk menjaga nilai BBM dan LPG subsidi tidak bakal mengalami kenaikan sepanjang tahun ini," kata Puteri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan April 2026 mencapai 2,42 persen secara tahunan dan 0,13 persen secara bulanan. Sementara inflasi dari komponen nilai diatur pemerintah terjaga pada level 0,69 persen secara bulanan. Inflasi komponen ini nan terkendali tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam menjaga nilai BBM dan LPG subsidi.

"Dengan konsumsi nan terjaga, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, di mana pada triwulan 1, ekonomi kita tumbuh sebesar 5,61 persen. Capaian tersebut ditopang keahlian konsumsi rumah tangga nan tumbuh 5,52 persen dengan kontribusi mencapai 54 persen pada Produk Domestik Bruto," tuturnya.

"Sehingga, kebijakan subsidi daya juga berkedudukan sebagai stimulus fiskal dalam menopang keahlian konsumsi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi," tambah Puteri.

Lebih lanjut, Puteri mengungkapkan bahwa APBN 2026 telah mengalokasikan anggaran untuk subsidi daya sebesar Rp210 triliun. Selain itu, hingga Maret 2026, realisasi subsidi daya telah mencapai Rp52,2 triliun, dengan konsumsi BBM subsidi mencapai 24 persen dari kuota nasional pada triwulan I-2026.

"APBN terus menjadi instrumen peredam kejut (shock absorber) di tengah beragam tantangan dunia saat ini. Dan, pada bulan April kemarin, kami di Komisi XI juga telah memastikan kepada Kementerian Keuangan, bahwa kapabilitas fiskal kita tetap bisa untuk membiayai subsidi daya sepanjang tahun ini," ucap Puteri.

Puteri menyatakan mendukung langkah pemerintah untuk menjamin kecukupan pasokan daya nasional tetap aman, memperketat penyaluran BBM dan LPG subsidi, memperbaiki pola distribusi, hingga mengawasi pergeseran konsumsi masyarakat.

"Ketahanan daya kita tetap terjaga. Indonesia apalagi dinilai mempunyai ketahanan daya terbaik kedua di bumi menurut laporan J.P. Morgan Asset Management. Ini menunjukkan bahwa di tengah dinamika geopolitik dunia nan mempengaruhi pasokan energi, Indonesia bisa menjaga stabilitas dan keamanan energi," tutup Puteri.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional