Purbaya Tegaskan Fenomena Inverted Yield Curve Bukan Tanda RI Resesi

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah bahwa adanya kejadian inverted yield curve menjadi sinyal pemburukan ekonomi Indonesia.

Inverted yield curve alias kurva imbal hasil terbalik adalah kondisi pasar di mana suku kembang alias imbal hasil (yield) obligasi jangka pendek lebih tinggi dibandingkan dengan imbal hasil obligasi jangka panjang.

Kondisi ini merupakan anomali. Pasalnya, secara normal, obligasi jangka panjang semestinya memberikan imbal hasil lebih tinggi sebagai kompensasi atas akibat penahanan biaya nan lebih lama.

"Jadi, inverted curve tidak selalu menjadi ukuran resesi, jika kurvanya bisa dimainkan," kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Jumat (5/6/2026).

Menurut Purbaya, ekonomi Indonesia tetap bagus. Fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat dan ekspansi ekonominya juga kencang.

"Pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas 5 persen, ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan percepatan shopping pemerintah," ujar Menkeu.

Aktivitas sektor riil domestik juga terus menguat. Konsumsi masyarakat meningkat didorong oleh shopping peralatan konsumsi, kebutuhan rumah tangga, dan mobilitas masyarakat.

Keyakinan konsumen tetap berada pada level optimistis, sementara penjualan kendaraan bermotor, konsumsi listrik, dan konsumsi semen menunjukkan tren peningkatan seiring normalisasi aktivitas pasca-Idul Fitri dan percepatan program prioritas pemerintah.

Di sektor manufaktur, Indonesia kembali masuk ke area ekspansi dengan Purchasing Managers' Index (PMI) mencapai 50,0 pada Mei 2026. Capaian tersebut menunjukkan perbaikan permintaan domestik di tengah tekanan eksternal nan tetap berlangsung.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News