Purbaya Tarik Utang Baru Rp 258,7 T hingga Akhir Maret 2026

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik utang baru senilai Rp 258,7 triliun hingga akhir Maret 2026. Nilai ini lebih rendah dibanding periode nan sama tahun lampau sebesar Rp 272,1 triliun.

"Pembiayaan APBN 2026 dikelola secara prudent dan terukur serta memperhatikan likuiditas pemerintah, kondisi kas nan optimal, dan dinamika pasar keuangan," dikutip dari laporan APBN Kinerja dan Fakta jenis April 2026, dikutip Senin (4/5/2026).

Total pembiayaan utang itu setara 31,1% dari sasaran APBN 2026 nan sebesar Rp 832,2 triliun. Porsi penarikan utang baru ini tercatat lebih rendah dari periode nan sama tahun lampau setara 35,1% dari sasaran APBN 2025 sebesar Rp 775,9 triliun.

Utang baru nan diperoleh itu sebagian mini digunakan untuk pembiayaan anggaran dalam corak non utang, ialah senilai Rp 1,3 triliun alias baru 0,9% dari sasaran APBN 2026 Rp 143,1 triliun. Nilai ini juga tercatat lebih rendah dari realisasi pada periode nan sama tahun lampau sebesar Rp 19,6 triliun alias setara 12,3% dari targetnya Rp 159,7 triliun.

Dengan catatan itu, maka total pembiayaan anggaran sepanjang tiga bulan pertama tahun ini menjadi senilai Rp 257,4 triliun, sedikit lebih tinggi dari realisasi per akhir Maret 2025 sebesar Rp 252,5 triliun.

"Pemenuhan pembiayaan utang melangkah on-track melalui langkah antisipatif dan active cash & debt management untuk menjaga kesiapan kas Pemerintah nan memadai dan SAL nan tetap kuat," sebagaimana laporan Kemenkeu.

Sebagaimana diketahui, pembiayaan anggaran, khususnya dalam corak pembiayaan utang ini ditujukan untuk menutup defisit APBN, nan per akhir Maret 2026 senilai Rp 240,1 triliun, setara 34,8% dari sasaran defisit Rp 689,1 triliun.

Defisit APBN pada akhir Maret 2026 ini naik 140,5% dibanding catatan pada periode nan sama tahun lampau senilai Rp 99,8 triliun, alias setara 16,2% dari sasaran defisit APBN tahun lampau Rp 616,2 triliun.

(arj/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News