Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 melambat. Hal ini berasas proyeksi dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
"Kalau kita lihat prediksi semua 4 lembaga, kelihatannya di bawah 5,6 persen untuk pertumbuhan kedua, tapi mungkin tidak jauh dari 5,4 persen juga," ucap Purbaya dalam konvensi pers KSSK di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8).
Namun Purbaya menyebut perlambatan ekonomi tersebut tidak terlalu signifikan. Katanya, perlambatan pada triwulan II terjadi lantaran perekonomian menghadapi tingkat ketidakpastian nan tinggi, antara lain akibat kenaikan nilai minyak dunia, bentrok geopolitik nan tetap berlangsung, serta upaya pemerintah menjaga keamanan anggaran negara sehingga sejumlah shopping belum terealisasi secara optimal.
“Tapi saya percaya untuk semester kedua, semester kedua ini nilai pertumbuhannya bakal lebih baik lantaran kami bakal bergerak lebih ketat dengan bank sentral untuk memastikan semua masing-masing pertumbuhan bisa jalan,” kata Purbaya.
Selain itu, Purbaya menyatakan pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi nan bakal segera diumumkan. Salah satu kebijakan nan sedang dipertimbangkan adalah pemberian stimulus untuk motor listrik, di samping beragam stimulus lain nan bermaksud mendorong aktivitas ekonomi.
“Kami juga bakal memastikan shopping pemerintah di semester kedua lebih lancar dibandingkan dengan semester pertama alias nan triwulan, dibandingkan dengan triwulan kedua tahun ini,” katanya.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·