Auto2000 Tahan Harga Oli Mobil, Kenaikan Spare Part Masih Terbatas hingga Juni

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Montir memeriksa kondisi mobil di bengkel Auto2000 Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, hingga dinamika geopolitik nan berkapak pada lonjakan nilai minyak mentah, mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan nilai suku cadang otomotif.

Namun jaringan diler Toyota Auto2000 memastikan sejumlah kebutuhan perawatan kendaraan nan paling sering digunakan pelanggan, tetap berupaya dipertahankan harganya setidaknya hingga akhir Juni 2026.

Chief Executive Auto2000, Anton Jimmi Suwandy mengatakan, sejauh ini support dari Toyota Astra Motor (TAM) tetap membantu menahan kenaikan nilai sejumlah produk aftersales. Meski beberapa komponen dan suku cadang sudah mengalami penyesuaian, kenaikannya disebut belum signifikan.

CEO Auto2000 Anton Jimmi Suwandy. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

"Kalau di Auto2000, so far kami juga terima kasih ya ke distributor, ke Toyota Astra Motor, saat ini tetap mensupport gitu ya. Jadi support, walaupun beberapa komponen alias parts memang tetap terpaksa kudu naik, tapi kenaikannya juga nggak banyak," kata Anton saat ditemui di GR Garage PIK, Jakarta, Kamis (4/6).

Untuk produk oli mobil Toyota Motor Oil (TMO), Anton memastikan hingga saat ini belum ada penyesuaian harga. Meski demikian, dia tidak menampik situasi dapat berubah andaikan tekanan kurs terus berlanjut.

"Dan khususnya untuk oli, jika kita bicara Toyota Motor Oil ya, TMO, itu juga pada saat ini belum ada kenaikan, sampai saat ini. Tapi ya saya nggak tau ke depannya kira-kira seperti apa, lantaran kan tadi barusan ada informasi, hari ini dolar juga mulai naik di atas Rp 18.000," katanya.

Bengkel Auto2000 Meningkat Jelang Lebaran Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Meski menghadapi tekanan biaya, Auto2000 mengaku tidak serta merta menerapkan kenaikan harga, berasas besaran kenaikan kurs alias biaya produksi. Perusahaan memilih mempertimbangkan kondisi pasar dan daya beli konsumen sebelum mengambil keputusan.

"Bukan hanya lantaran dolar naik, misalnya naik 10 persen ya, spare part kita naik 10 persen, nggak seperti itu. Kita juga memandang juga kondisi di pasar seperti apa, kondisi customer seperti apa, kita kan menaikannya sesuai dengan timing dan nomor nan harapannya ya tetap bisa diterima oleh masyarakat," tutur Anton.

Ia menjelaskan, pandangan tersebut dilakukan untuk menjaga momentum pasar otomotif nan saat ini dinilai tetap menunjukkan tren positif. Auto2000 juga tidak mau kenaikan nilai justru membikin konsumen menunda pembelian kendaraan maupun perawatan berkala.

Bengkel Auto2000 Meningkat Jelang Lebaran Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

"Karena kita juga berharap, kan momentum market otomotif ini lagi bagus. Marketnya lagi lumayan naik dari tahun lalu. Bagi saya di Auto2000 juga di bengkel, itu juga naik jika dibandingkan tahun lalu. Jadi momentumnya jangan sampai istilahnya berubah arah gitu ya, jadi menurun," kata dia.

Auto2000 dan TAM disebut telah membahas strategi nilai sejak beberapa bulan terakhir. Namun untuk kebijakan setelah Juni, perusahaan tetap menunggu perkembangan situasi ekonomi dan nilai tukar.

"Sampai kapan itu bisa bertahan? Nggak ada nan tahu, tapi setidaknya kami obrolan dengan pemasok sekitar dua bulan nan lalu, ya minimum sampai bulan ini tidak ada. Tapi bulan Juli onward ya kami tetap menunggu berita lah ya. Jadi kami komunikasi terus dengan TAM, apakah kelak bakal ada kenaikan alias nggak di bulan Juli," kata Anton.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan