Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 06 April 2026 |12:15 WIB

Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak bakal meningkatkan nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun 2026. Penegasan ini disampaikan di tengah perubahan nilai minyak mentah bumi nan dipicu oleh eskalasi bentrok di Timur Tengah.
Komitmen tersebut dinyatakan Purbaya saat menjawab pertanyaan Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, dalam rapat kerja di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (6/4/2026). Misbakhun mempertanyakan kesiapan fiskal negara jika nilai minyak terus merangkak naik.
"Ini memastikan lagi exercise di nilai USD80, USD90, dan USD100 negara siap ya pak? sampai akhir tahun?," tanya Misbakhun dalam interaksinya dengan Menkeu.
Purbaya menjelaskan bahwa ketahanan APBN saat ini berada dalam kondisi nan sangat kuat. Pemerintah telah menyiapkan beragam lapisan alas (buffer) untuk meredam akibat defisit fiskal, sehingga kebijakan nilai BBM tetap bisa dipertahankan.
"Iya pak, kami siap tidak meningkatkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya pak ya," kata Purbaya.
Meskipun dugaan makro dalam APBN 2026 mematok nilai minyak mentah pada level USD70 per barel, Kemenkeu telah melakukan simulasi akibat jika nilai rata-rata melonjak ke level USD80 hingga USD100 per barel.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·