Purbaya Janji Rupiah Stabil Bisa Pulihkan Keuntungan Pedagang Tahu dan Tempe

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri konvensi pers bulanan mengenai anggaran pendapatan dan shopping negara (APBN) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini penguatan nilai tukar rupiah ke depan bakal membantu memulihkan untung para pedagang tahu dan tempe nan belakangan tertekan akibat kenaikan biaya produksi.

“Kan, saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya alias terpaksa meningkatkan nilai lantaran bahan bakunya tetap diimpor, nan jelas itu bakal meningkatkan cost of production mereka,” kata Purbaya, saat konvensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (6/6).

Menurut Purbaya, pelemahan rupiah selama ini berakibat langsung terhadap nilai bahan baku kedelai nan sebagian besar tetap diimpor. Kondisi itu membikin margin untung pedagang menyusut berujung meningkatkan nilai jual kepada konsumen.

“Kita bakal mendukung bank sentral memperkuat koordinasi agar kebijakan semakin sinkron agar akibat kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian,” ucap dia.

Dia meyakini sinergi kebijakan antara BI dan Kemenkeu bakal mengembalikan kepercayaan pasar terhadap rupiah sehingga nilai tukar bisa kembali menguat.

“Rupiah nan lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan nilai nan lebih baik, dan tidak terbebani lagi beban hidupnya tidak mengalami keadaan beban hidup nan terlalu signifikan,” tutur Purbaya.

Purbaya Janji Biaya Produksi Tahu dan Tempe Turun Jika Rupiah Menguat

Situasi pedagang tempe dan tahu di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, dan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Di kesempatan terpisah, Purbaya menekankan pentingnya menjaga permintaan dan stabilitas nilai tukar.

“Yang pertama kita mesti pastikan demand-nya terjaga. Jadi ada nan beli,” ujarnya di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Selain itu, pemerintah bakal berupaya memastikan biaya produksi tahu dan tempe bisa kembali turun melalui penguatan rupiah.

“Terus nan kedua, jika rupiah nan menguatkan, otomatis cost of production mereka turun. Itu nan kita bakal pastikan terjadi dalam beberapa waktu ke depan,” kata Purbaya.

Meski tidak menjanjikan insentif khusus, Bendahara Negara optimistis kondisi pedagang tahu dan tempe bakal membaik andaikan stabilisasi rupiah melangkah sesuai harapan.

“Tergantung keberhasilan kita menjalankan nilai tukar, kan. Tapi saya rasa bakal berhasil. Perlu kerja sama nan keras,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan