Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 16 Maret 2026 |20:41 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dengan tren menurunnya nilai tukar Rupiah ke Rp17.000. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dengan tren menurunnya nilai tukar Rupiah ke Rp17.000 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.
Purbaya menilai kondisi esensial ekonomi nasional saat ini sangat prima, sehingga depresiasi mata duit dianggap tidak sejalan dengan realitas domestik.
"Saya tidak tahu kenapa Rupiah melemah. Anda kudu tanyakan ke Bank Sentral mengenai apa nan terjadi," kata Purbaya selepas menghadiri Rakortas di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Terkait teknis pelemahan tersebut, Purbaya enggan memberikan penjelasan lebih jauh dan mengarahkan pertanyaan kepada Bank Indonesia selaku otoritas moneter nan bertanggung jawab menjaga stabilitas nilai tukar.
Purbaya menegaskan pentingnya menjaga independensi kebijakan antara kementeriannya dan bank sentral guna menghindari akibat negatif di pasar.
"Kalau saya berbicara, kelak bisa berakibat pada intervensi kebijakan Bank Sentral. Jadi, kudu ditanyakan langsung ke Bank Sentral," lanjutnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·