Purbaya-Gubernur BI Tegaskan Koordinasi Moneter dan Fiskal Solid

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kanan) dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) melangkah usai mengikuti rapat nan dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) berkomitmen mempererat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah nan belakangan terus mengalami tekanan. Berdasarkan info Bloomberg, rupiah berada di Rp 18.036 per dolar AS pada Sabtu (6/6) pukul 10.18 WIB.

Gubernur BI Perry Warjiyo memastikan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter selama ini melangkah sangat erat dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan.

“Koordinasi fiskal moneter itu terus kita lakukan dan saat ini adalah memang difokuskan gimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing untuk memperkuat upaya-upaya berbareng melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah,” ucap Perry dalam konvensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6).

Perry menjelaskan, terdapat dua langkah utama dalam penguatan koordinasi fiskal dan moneter. Pertama, pemerintah dan BI sepakat meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen finansial domestik guna mendorong kembali masuknya aliran modal asing alias capital inflow. Langkah tersebut dilakukan di tengah kenaikan suku kembang dunia nan memicu arus keluar modal dari pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Oleh lantaran itu fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil agar inflows ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” tutur Perry.

Kedua, pemerintah dan BI berupaya menjaga kecukupan likuiditas di pasar duit dan sektor perbankan. Upaya ini dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah nan tetap ditempatkan di BI, disertai peningkatan remunerasi alias kembang nan dibayarkan BI kepada pemerintah.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berbareng Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

“Kami sepakat ini bakal terus kita lakukan penguatan koordinasi fiskal nan sudah kuat selama ini sekarang diperkuat dan secara ber-resilient,” lanjut Perry.

Perry mengatakan, penguatan koordinasi fiskal dan moneter nan selama ini telah terjalin bakal terus ditingkatkan secara berkepanjangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas makroekonomi.

“Untuk sama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi stabilitas makro ekonomi sesuai dengan dinamika nan ada, dengan kepercayaan bahwa esensial ekonomi kita itu bagus,” ujar Perry.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah bakal memastikan kebijakan fiskal melangkah dengan baik agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat. Ia menegaskan, koordinasi dengan BI juga bakal terus diperkuat sehingga kebijakan fiskal dan moneter semakin sinkron dan memberikan akibat nan lebih besar terhadap perekonomian.

“Dan tentunya jika kebijakannya sudah menyatu seperti itu Itu harusnya bakal mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai rupiah, sehingga rupiah bakal meningkat secara signifikan tidak bakal melemah lagi ke level nan lebih tinggi dari sekarang,” jelas Purbaya dalam kesempatan nan sama.

Ia menekankan tujuan utama dari beragam kebijakan nan ditempuh adalah memberikan faedah positif bagi masyarakat luas.

“Yang krusial adalah kita mau memandang akibat ke masyarakat nan positif dari rupiah,” tutur Purbaya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan