Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 06 April 2026 |12:03 WIB

Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir kuartal I-2026 mencatatkan defisit sebesar Rp240,1 triliun alias setara dengan 0,93 persen terhadap PDB.
Menkeu menegaskan bahwa nomor defisit ini merupakan bagian dari strategi pemerintah nan sengaja mempercepat shopping sejak awal tahun guna mengoptimalkan akibat ekonomi.
Menurut Purbaya, masyarakat tidak perlu terkejut dengan posisi defisit di awal tahun ini lantaran anggaran memang dirancang untuk ekspansif sejak kuartal pertama.
"Dengan demikian, defisit APBN mencapai Rp240,1 triliun alias 0,93 persen terhadap PDB. Jadi ketika ada defisit Bapak-Bapak Ibu-Ibu jangan kaget, memang anggaran kita didesain defisit. Kalau saya belanjakan sepanjang tahun kan harusnya di triwulan pertama sekarang lebih besar daripada tahun lampau defisitnya," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI, Senin (6/4/2026).
Berbeda dengan pola tahun-tahun sebelumnya dimana shopping seringkali menumpuk di akhir tahun, pada 2026 pemerintah sukses mendorong penyerapan shopping hingga 21,2 persen dari total pagu APBN pada triwulan pertama. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata historis triwulan I nan biasanya hanya berada di kisaran 17 persen.
Realisasi shopping negara per Maret 2026 mencapai Rp815,0 triliun, alias tumbuh signifikan sebesar 31,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
"Kalau orang bertanya kenapa sekarang tumbuhnya cepat, lantaran memang kita begitu mau sekali belanjanya bisa dibelanjakan merata alias nyaris merata sepanjang tahun sehingga akibat ekonominya lebih signifikan dirasakan sepanjang tahun. Jadi strategi kita ini mulai berhasil, harusnya akibat ekonominya lebih bagus," jelasnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·