Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah langsung mendatangi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk menelusuri anggaran nan digunakan untuk pengadaan motor baru SPPG MBG nan sempat viral di media sosial.
Dari hasil pertemuan, Purbaya mengatakan, Dadan menegaskan anggaran nan digunakan untuk pengadaan motor baru operasional kepala SPPG itu berasal dari tahun anggaran 2025 nan sudah terlanjur terserap.
"Saya tadi tanya ke Kepala BGN. Tapi, kelak Anda cek lagi ke dia, ya. Dia bilang itu memang anggaran tahun lalu, nan sudah sempat terlanjur keluar. Tapi nan tahun ini, dia konfirmasi enggak ada pembelian motor listrik baru untuk program," kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Purbaya pun menegaskan, meski begitu anggaran pengadaan motor baru untuk operasional kepala SPPG MBG itu sudah hasil penyaringan. Artinya terbelanjakan sebagian, tidak di restui keseluruhan nan diajukan BGN. Meski begitu, dia belum mengungkapkan nilai anggaran nan terserap untuk motor listrik baru SPPG itu.
"Sebagian nan udah, kan sebagian udah keluar. Sebagian nan sisanya ditolak. Jadi dibatasin lah," ucap Purbaya.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana juga telah menegaskan, pengadaan kendaraan tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 dan ditujukan untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan.
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujarnya dikutip Rabu (8/4/2026).
Ia juga meluruskan info nan beredar luas mengenai jumlah unit nan disebut mencapai 70.000. Menurutnya, nomor tersebut tidak benar.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit nan dipesan di tahun 2025," tegasnya.
Seiring dengan penjelasan tersebut, terungkap motor nan digunakan diduga merupakan produk dari merek Emmo, nan terbilang baru di pasar kendaraan listrik Indonesia. Bahkan, kreasi industri dari motor tersebut baru didaftarkan pada 2025, menambah perhatian publik terhadap proyek ini.
Dua model nan disebut bakal digunakan adalah jenis trail dan skuter matik. Model trail dirancang untuk menjangkau wilayah dengan medan sulit, sementara jenis skuter lebih ditujukan untuk penggunaan harian di area perkotaan.
Dari sisi harga, dilansir dari situs resminya, kedua motor ini berada di kisaran Rp 48 jutaan hingga Rp 56 jutaan per unit.
Spesifikasi nan beredar menunjukkan motor trail mempunyai keahlian melaju hingga 80 km per jam dengan jarak tempuh sekitar 70 km dalam sekali pengisian daya. Sementara itu, kapabilitas angkut dan ground clearance nan tinggi diklaim mendukung penggunaan di beragam kondisi jalan.
Meski demikian, hingga saat ini motor-motor tersebut belum didistribusikan ke pengguna akhir. Dadan menjelaskan, seluruh unit tetap kudu melalui proses manajemen sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum bisa digunakan secara resmi.
"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, bakal dicatat terlebih dulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," jelasnya.
(arj/dce)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·