Jakarta -
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menemukan banyak kekurangan dalam proses pertanggungjawaban finansial program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah. Ia mengaku bakal melaporkan temuan tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera melakukan perbaikan.
"Ada banyak kekurangan, sama nan beda-beda kekurangannya. Tapi kelak bakal kita laporkan itu ke BGN untuk diambil tindak lanjut agar lebih bagus peraturannya ke depan," ungkap Purbaya kepada wartawan di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purbaya mengatakan, temuan ini berasal dari hasil pengawasan lapangan nan dilakukan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Kanwil tersebut bekerja untuk melakukan survei terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Itu kita manfaatkan sekarang, jika mereka itu untuk melakukan semacam survei ke semua SPPG nan ada di sana," terangnya.
Saat ditanya soal efisiensi anggaran program MBG, Purbaya mengatakan belum ada keputusan mengenai perihal tersebut. Ia menyebut bakal terlebih dulu berjumpa dengan Kepala BGN Sudaryono untuk membahas rencana efisiensi anggaran tersebut.
"Saya belum ketemu Ketua BGN. Dia tetap konsolidasi, begitu sudah selesai konsolidasi, saya datang ke sana," ujarnya.
Berdasarkan catatan detikcom, pemanfaatan Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk mengawasi pertanggungjawaban finansial SPPG dilakukan atas permintaan Kepala BGN, Nanik S Deyang, dalam pertemuannya berbareng Purbaya pada 25 Juni 2026.
Langkah ini dilakukan agar pengelolaan anggaran SPPG bisa lebih terkontrol. Pengawasan ini juga melibatkan perangkat Kementerian Keuangan lainnya di wilayah kabupaten/kota seperti Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
"Jadi pengawasannya bakal lebih terstruktur dan nan awasi bukan BGN sendiri, tetapi di tempat saya juga. Kita nggak bakal kongkalikong. Kalau nan awasi BGN sendiri kan ada vested interest (kepentingan pribadi)," kata Purbaya dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026).
(acd/acd)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·