Rohman Wibowo
, Jurnalis-Selasa, 08 September 2026 |08:57 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan erupsi dan sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda belum menimbulkan kontraksi. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan erupsi dan sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda belum menimbulkan kontraksi ekonomi nan signifikan. Pemerintah tetap memantau akibat aktivitas vulkanik terhadap arus logistik dan aktivitas perdagangan di wilayah Banten dan Lampung.
Kementerian Keuangan belum berencana menggelontorkan paket stimulus ekonomi khusus. Namun, pemerintah memastikan kesiapan fiskal untuk segera mencairkan anggaran darurat penanggulangan musibah nan diajukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Berdasarkan taksiran awal pemerintah, gangguan operasional nan berjalan selama beberapa hari tersebut diperkirakan tidak menimbulkan guncangan makroekonomi sebesar musibah nan pernah melanda sejumlah wilayah lain.
"Kalau hanya beberapa hari bencananya dan debu tidak terlalu tebal, dampaknya belum terlalu signifikan terhadap ekonomi. Harusnya tidak sebesar akibat musibah di Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, alias NTT kemarin, tetapi kita tetap memandang perkembangannya ke depan," ujar Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Sebagai mitigasi kedaruratan musibah alam, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara reguler mengalokasikan pos Dana Cadangan Bencana dan Dana Siap Pakai (DSP) nan dikelola langsung oleh BNPB serta didukung skema Pooling Fund Bencana (PFB).
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·