Purbaya Bilang Bank Dunia Berdosa, Salah Hitung Proyeksi Ekonomi RI

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menganggap, Bank Dunia alias World Bank salah hitung dengan meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,7% pada tahun ini.

Ia mengatakan, laju pertumbuhan itu sama saja menganggap Indonesia bakal menghadapi resesi, lantaran lebih rendah dari pertumbuhan 2025 nan bisa memperkuat di level 5,11%.

"Berarti World Bank menghitung kita mau resesi, turun ke bawah sekali. Setelah itu kan jika rata-ratanya ke 4,7% saya pikir World Bank salah hitung," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Purbaya tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini melaju kencang di atas sasaran APBN 2026 sebesar 5,4%. Sebab, dia percaya diri, laju pertumbuhan kuartal I-2026 bakal lebih dari 5,5-5,6%.

Menurutnya, laju pertumbuhan nan semakin tinggi ini bisa terealisasi lantaran pemerintah konsentrasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan program-program prioritas, sembari menjaga likuiditas sektor swasta tetap tinggi.

"Yang krusial bagi kita adalah Memastikan program-program melangkah dengan baik, sistem finansial siap untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, dan suasana investasinya membaik. Saya pikir dengan upaya seperti ini kelak juga pertumbuhan ekonomi bakal berbalik lagi," ucap Purbaya.

Purbaya menganggap, kalkulasi World Bank untuk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 memasukkan aspek nilai minyak nan tinggi akibat perang di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Padahal, sekarang nilai minyak dia anggap mulai mereda.

"Tapi dia (Bank Dunia) sudah melakukan dosa besar dia menimbulkan sentimen negatif ke kita. Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika nilai minyak sudah kembali lagi ke level nan normal," ucap Purbaya.

"Kalau dia berubah prediksi ekonominya lagi Tapi saya sih bakal optimalkan semua mesin ekonomi nan ada di sini," tegasnya.

ia menekankan, proyeksi pertumbuhan terbaru dari World Bank ini pun tampak belum memasukkan aspek kebijakan fiskal pemerintah di bawah kepemimpinannya.

"Mungkin aja World Bank betul kelak tapi saya nggak tahu. nan jelas jika di nomor saya sih sepertinya sedang membaik terus ke depan dan kita bakal jaga terus. Mungkin World Bank belum tahu jurus-jurus rahasia saya, jurus-jurus rahasia Pak Prabowo," ucap Purbaya.

Direktur Jenderal Startegi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu juga menganggap proyeksi ekonomi World Bank terhadap Indonesia kerap meleset, dan selalu mematok proyeksi di bawah realisasinya.

"Dan tahun lampau ingat nggak mereka bilang 4,8% kita jatuhnya 5,1%. Jadi enggak apa-apa, ini kita senang bahwa World Bank itu dan berbareng dengan investor-investor nan lain itu mau sekali memantau perekonomian Indonesia dan kita bisa deliver dan itu menjadi berita baik bagi investor," paparnya.

Untuk diketahui, World Bank alias Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,7% nan turun dari perkiraan sebelumnya 4,8%.

Dikutip dari East Asia and Pacific Economic Update jenis April 2026 nan dirilis pada Rabu (9/4/2026). Namun, nomor tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan area Asia Timur dan Pasifik (EAP) nan hanya 4,2%.

Bank Dunia menegaskan pertumbuhan di area Asia Timur dan Pasifik (EAP) melambat pada tahun 2026 dipengaruhi oleh guncangan eksternal, menurut Laporan Pembaruan Ekonomi EAP Grup Bank Dunia nan dirilis hari ini.

"Pertumbuhan regional diproyeksikan melambat menjadi 4,2% pada tahun 2026 dari 5,0% pada tahun 2025, lantaran guncangan daya akibat bentrok Timur Tengah memperburuk akibat jelek dari peningkatan halangan perdagangan, ketidakpastian kebijakan global, dan kesulitan ekonomi domestik," ujar Carlos Felipe Jaramillo, Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, dalam rilis, Rabu (9/4/2026).

(arj/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News