Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah berkomitmen mewujudkan penguatan sistem perpajakan nan adaptif terhadap perubahan struktur ekonomi ke depannya. Hal ini disampaikannya dalam pidato di Sidang Paripurna DPR ke-12, Selasa (9/6/2026)
Sementara itu, peningkatan kepatuhan wajib pajak dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan kajian big info guna memperkuat efektivitas pengawasan, memperluas pedoman perpajakan, dan mengoptimalkan potensi penerimaan negara secara berkesinambungan.
"Di sisi lain, pemerintah juga tetap memberikan insentif fiskal secara terarah, selektif dan terukur kepada sektor-sektor strategis nan mempunyai nilai tambah tinggi bagi perekonomian," paparnya dalam pidato tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi.
Dari sisi penerimaan negara bukan pajak, optimasi dilakukan melalui penguatan penerimaan berbasis sumber daya alam, peningkatan tata kelola nan transparan dan akuntabel, dan penemuan jasa untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Purbaya memaparkan upaya ini didukung oleh pengawasan dan penegakan norma nan lebih kuat, serta optimasi penagihan piutang untuk memaksimalkan potensi penerimaan negara.
Pemerintah mengapresiasi pandangan seluruh fraksi DPR RI mengenai pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas shopping negara dalam mendukung agenda pembangunan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemerintah menargetkan pendapatan negara pada 2027 tumbuh di kisaran 11,82% hingga 12,40% terhadap produk domestik bruto (PDB) seiring upaya pemerintah memperkuat kapabilitas fiskal untuk mendukung program prioritas nasional.
Target tersebut disampaikan Prabowo dalam pemaparan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 pada Rapat Paripurna DPR RI, bulan lampau (20/5/2026).
Menurut Prabowo, pemerintah bakal menjaga pengelolaan fiskal tetap sehat dan berkepanjangan di tengah tantangan ekonomi dunia nan tetap penuh ketidakpastian. Sejalan dengan sasaran pendapatan tersebut, pemerintah merencanakan shopping negara pada kisaran 13,62% hingga 14,80% terhadap PDB.
(chd/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·