Pura-pura Tidur, Pria di Bus JR Connexion Diduga Lecehkan Penumpang Wanita

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Pelaku pelecehan seksual di bus JR Connexion rute Blok M-'Bogor membacakan surat pernyataan. Foto: Dok. Istimewa

Seorang penumpang wanita bus JR Connexion rute Blok M-Bogor diduga menjadi korban pelecehan seksual saat perjalanan di Tol Jagorawi, Kamis (17/9) malam. Terduga pelaku berjulukan Fariz Maulana kemudian diamankan petugas PJR Jagorawi.

Kainduk PJR Jagorawi Kompol Jajuli mengatakan bus tersebut menepi di depan kendaraan petugas PJR di KM 14 A arah Bogor sekitar pukul 19.15 WIB. Kernet kemudian melaporkan dugaan pelecehan nan terjadi di dalam bus.

“Ya, untungnya ada ialah nan divideoin itu minggir, terus keneknya nyamperin bawa itu (terduga pelaku), 'Pak, itu ada orang nan diduga melakukan pelecehan seksual' gini. Ya terus PJR-nya langsung naik ke atas, langsung ditenteng gitu sama personil saya, gitu,” kata Jajuli, Jumat (18/9).

Petugas kemudian membawa korban dan terduga pelaku ke Induk PJR Jagorawi untuk dimintai keterangan.

Menurut keterangan korban, terduga pelaku berpura-pura tidur sembari beberapa kali meraba paha korban. Korban lampau menegur pelaku hingga diketahui kernet dan penumpang lain.

Dalam video nan beredar, korban terlihat memarahi laki-laki nan diduga melakukan pelecehan. Pria tersebut tampak mengenakan kacamata hitam, topi, dan kemeja merah.

Ilustrasi Pelecehan Seksual di Transportasi umum. Foto: Shutterstock

Penumpang lain kemudian memaksa terduga pelaku turun dari bus. Jajuli mengatakan pelaku sempat membantah perbuatannya.

Akhirnya, family korban dan terduga pelaku dipertemukan di Induk PJR Jagorawi. Perkara itu pun diselesaikan secara kekeluargaan setelah terduga pelaku meminta maaf dan membikin surat pernyataan.

“Bikin surat pernyataan di atas meterai, terus langsung dibacakan lewat video call-nya, kan gitu. divideoin sama personil saya, divideoin,” ujarnya.

Pelaku pelecehan seksual di bus JR Connexion rute Blok M - Bogor membacakan surat pernyataan. Foto: Dok. Istimewa

Berikut adalah pernyataan komplit terduga pelaku:

Saya, Fariz Maulana.

Menyatakan khilaf dan maaf kepada ibu sebelah saya di bus bidang Blok M-Kota Bogor. Bus tersebut berangkat pada 17 September 2026 dari Jakarta sekitar pukul 17.50 WIB.

Atas kejadian ini menjadi pembelajaran berbobot bagi saya, dan saya lebih takut kepada Allah SWT.

Jika saya melakukan perihal tersebut lagi, baik dengan beliau maupun kepada pihak lain, saya siap bertanggung jawab sesuai ketentuan norma nan berlaku.

Dengan ini saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak petugas Penjagaan Tol Jagorawi atas mediasi penyelesaian masalah nan terjadi. Saya doakan seluruh petugas selalu sehat dalam menjalankan tugas.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan