Kisah Ngadimin Tukang Becak Usia 70 Tahun di Kudus: Saya Masih Semangat Bekerja

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Ngadimin menarik becaknya di salah satu ruas jalan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (18/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Ngadimin (70) mengayuh becaknya sebelum mentari terbit hingga mentari tenggelam. Roda becaknya terus berputar seiring kebutuhan dapur nan kudu dipenuhi setiap harinya.

Bagi Ngadimin, pekerjaan sebagai tukang becak sudah menjadi kebiasaannya sedari lama. Lebih dari 40 tahun dia menarik becak. Penghasilannya hanya berasal dari mengayuh becak.

Becak milik Ngadimin sudah berumur tua. Becak tersebut dibeli 40 tahun lalu. Tampak beberapa bagian becaknya sudah berkarat. Cat becaknya juga sudah kusam. Namun, becak itulah nan mengantarkannya menuai rupiah.

Roda becaknya menyusuri sudut-sudut Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pagi itu, dia hendak beranjak ke Pasar Baru, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Ngadimin biasa menjemput pedagang pisang. Terkadang juga mencari penumpang lainnya.

Ngadimin menarik becaknya di salah satu ruas jalan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (18/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Berbekal becak nan sudah berumur 40 tahun itu dia mencari pundi-pundi rupiah. Usianya sudah terlalu tua sebagai tukang becak. Namun, semangatnya tak pernah padam.

"Saya tetap semangat bekerja. Daripada di rumah tidak ngapain-ngapain," katanya, Jumat (18/9).

Upah mengayuh becak seharian tak menentu. Biasanya dia membawa pulang duit Rp 50 ribu hasil keringatnya mengayuh becak menyusuri Kota Kretek.

"Upahnya tidak tentu. Kadang ramai, kadang sepi. Selama ini pelanggannya itu-itu saja," terangnya.

Ngadimin menarik becaknya di salah satu ruas jalan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (18/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Sementara itu, istrinya berdagang mainan di depan sekolah. Ngadimin mengaku tak mau merepotkan kelima anaknya. Ia dan istri memilih mencari duit sendiri untuk hari tuanya.

Setiap rupiah nan didapatkannya dia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika ada duit sisa, dia tabung untuk usia senjanya.

"Kalau capek ya saya tidur di becak. Kalau sudah enakan narik lagi," ujarnya.

Pekerjaan sebagai tukang becak itu bakal terus ditekuninya. Ia belum berpikir untuk beristirahat di rumah. Bekerja sebagai tukang becak tetap dinikmatinya.

"Kalau narik becak bisa berjumpa teman-teman di jalan. Kalau hanya di rumah nggak ada nan dikerjakan," imbuhnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan