Puluhan Pembangkit Mati, Tetangga RI Krisis Listrik

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan Listrik Nasional Filipina (NGCP) secara resmi mengeluarkan peringatan siaga merah dan kuning untuk jaringan listrik di wilayah Visayas dan Mindanao menyusul puluhan pembangkit listrik nan tidak beraksi di tengah tingginya lonjakan permintaan.

Mengutip Manila Times, Jumat (4/9/2026), perusahaan transmisi tersebut merinci bahwa untuk wilayah Visayas, siaga kuning bakal bertindak antara pukul 13.00 hingga 15.00 dan 22.00 hingga 23.00. Sementara itu, siaga merah bertindak antara pukul 15.00 hingga 22.00 lantaran beban puncak diperkirakan mencapai 2.504 megawatt (MW), berbanding terbalik dengan kapabilitas nan tersedia nan hanya menyentuh 2.233 MW.

Di wilayah Mindanao, siaga kuning bakal diberlakukan antara pukul 10.00 hingga 13.00 dan 21.00 hingga 22.00. Adapun siaga merah bakal aktif antara pukul 13.00 hingga 21.00 seiring dengan beban puncak nan menembus nomor sekitar 2.592 MW, padahal kapabilitas nan tersedia hanya berada di level 2.549 MW.

NGCP menyoroti parahnya gangguan operasional nan melumpuhkan pasokan listrik secara masif di wilayah Visayas.

"Tiga puluh dua pembangkit telah mengalami pemadaman paksa, sementara 17 beraksi pada kapabilitas nan diturunkan, dengan total 815,8 MW tidak tersedia untuk jaringan," paparnya.

Sementara itu di Mindanao, sebanyak 28 pembangkit listrik juga dipaksa mengalami pemadaman, dan 6 pembangkit lainnya beraksi dengan kapabilitas nan menurun, mengakibatkan total 784,5 MW pasokan listrik menguap dari jaringan.

Sebagai informasi, status siaga merah dikeluarkan ketika pasokan daya tidak lagi mencukupi untuk memenuhi permintaan konsumen dan persyaratan pengaturan jaringan transmisi. Di sisi lain, siaga kuning ditetapkan andaikan margin operasi tidak mencukupi untuk memenuhi persyaratan kontingensi jaringan transmisi.

(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News