Puan Sorot Fenomena SD Negeri Mulai Sepi Peminat

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPR RI, Puan Maharani ikut menyoroti kejadian sekolah dasar negeri (SDN) nan mulai sunyi fans dalam penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun aliran 2026/2027.

Puan menyebut kejadian tersebut kudu menjadi sirine bagi pemerintah. Dia berambisi pemerintah segera mengevaluasi peta jasa pendidikan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Munculnya sejumlah sekolah dasar negeri nan tidak memperoleh siswa baru di beragam wilayah kudu menjadi sirine bagi Pemerintah untuk mengevaluasi kembali peta jasa pendidikan dasar nasional," kata Puan lewat keterangan tertulis, Rabu (15/7).

Menurut Puan, pemerintah kudu segera mengidentifikasi rendahnya minta calon siswa baru di SD Negeri, apakah hanya secara kasuistik pada wilayah tertentu alias juga terjadi di daerah-daerah lain.

"Jika memang hanya kasuistis, pendekatannya bisa lebih unik sesuai dengan kriteria setiap daerah," katanya.

Namun, jika kejadian itu terjadi di banyak daerah, Puan menilai solusinya tak bisa sekadar ditutup alias digabung dengan sekolah lain. Dia meyakini kondisi itu bisa disebabkan banyak hal. Mulai dari tingkat kepercayaan ke SD negeri nan turun, perpindahan penduduk, hingga penurunan nomor siswa sekolah.

Oleh lantaran itu, kata dia, solusi nan diambil tak bisa parsial. Apalagi, negara juga tak bisa memaksa penduduk untuk masuk SD negeri tanpa diiringi perbaikan kualitas.

"Negara tidak dapat meminta masyarakat memilih sekolah negeri tanpa memastikan sekolah tersebut betul-betul menawarkan jasa nan dipercaya dan dibutuhkan keluarga," katanya.

Fenomena pendaftar jumlah peserta didik baru nan sangat sedikit terjadi di beberapa kota, misalnya di SDN Purwoyoso 01, Kota Semarang, Jawa Tengah, nan hanya menerima tiga siswa baru tahun aliran 2026/2027. Meski jumlah peserta didik baru sangat sedikit, sekolah tetap menggelar MPLS.

Di beberapa kota lain, misalnya di Sleman, Jawa Tengah, sekitar 60-an sekolah juga tetap kekurangan siswa baru hingga akhir masa Sistem Penerimaan Siswa Baru alias SPMB.

Kemendikdasmen bakal mengadakan rapat berbareng dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menangani sekolah dengan jumlah siswa nan sedikit, apalagi ada nan hanya dua hingga tiga siswa.

"Pemerintah telah melakukan pendataan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) terutama terhadap sekolah nan mempunyai kurang dari 100 siswa, apalagi di bawah 60 siswa," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Jakarta, Selasa (14/7) dikutip dari Antara.

"Data tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan kami bakal merumuskan kebijakan terhadap sekolah-sekolah dengan jumlah siswa nan sangat sedikit," sambungnya.

(thr/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional