Puan Minta Pendampingan Psikologis Keluarga Jurnalis-Kru Hilang di Selat Sunda

Sedang Trending 17 jam yang lalu
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memberi pendampingan terhadap family wartawan hingga kru kapal nan lenyap kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau. Puan mau mereka mendapat info hingga kebutuhan psikologis selama proses pencarian berlangsung.

"Kami ikut merasakan kekhawatiran family atas musibah ini. Pencarian teman-teman wartawan beserta seluruh personil rombongan di perairan Selat Sunda kudu dimaksimalkan," kata Puan dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Adapun Tim SAR campuran tetap melakukan operasi pencarian nan diperluas hingga mendekati kawah Gunung Anak Krakatau. Puan pun mendukung TNI AL untuk membantu proses pencarian rombongan wartawan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan krusial agar pihak family mendapat pendampingan dari Pemerintah, termasuk agunan pembaruan info serta kebutuhan untuk psikologis mereka," ujar Puan.

Puan mengatakan perlunya perlindungan optimal terhadap wartawan nan mengabdi memberikan info kepada publik. Perlindungan kudu dilakukan dengan operasi pencarian maksimal.

"Pengabdian untuk kepentingan masyarakat kudu diikuti kepastian perlindungan. Dan tentunya support dan perlindungan tersebut dapat diwujudkan melalui operasi pencarian nan maksimal," kata Puan.

"Bagi masyarakat, jauhi dulu area berbahaya. Dan selalu patuhi imbauan petugas alias pihak-pihak nan berwenang," sambungnya.

Anggota DPR Minta Pencarian Dioptimalkan

Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan, berambisi pemerintah mengoptimalkan pencarian lima wartawan dan tiga kru kapal nan lenyap kontak ketika meliput Gunung Anak Krakatau. Junico meminta family wartawan hingga kru kapal diberikan kepastian informasi.

"Prioritas saat ini adalah menemukan seluruh orang nan berada di dalam kapal serta memastikan family mereka memperoleh pendampingan dan kepastian informasi," kata Junico kepada wartawan.

Junico menyinggung tugas wartawan nan berat. Ia menyebut di kembali setiap gambar alias pemberitaan nan sampai ke publik ada akibat nan dihadapi oleh seorang jurnalis.

"Tugas pers memang sangat berat. Sebagai seseorang nan pernah cukup lama bekerja di lingkungan media dan penyiaran, saya memahami bahwa tayangan dan info nan diterima masyarakat lahir dari kerja banyak orang," kata Nico.

"Di kembali setiap gambar nan sampai kepada publik, ada kru nan bekerja, menghadapi risiko, dan mempunyai family nan menunggu mereka pulang," tambahnya.

Ia berambisi operasi pencarian dapat melangkah lancar. Nico juga meminta pihak berkuasa untuk terus memberikan pembaruan info mengenai proses pencarian.

"Kami mendorong Tim SAR campuran dan Pemerintah terus mengoptimalkan pencarian dengan memadukan seluruh info nan tersedia, mulai dari posisi terakhir, jejak komunikasi, kondisi arus dan cuaca, hingga keterangan keluarga, rekan kerja, operator kapal, dan masyarakat di sekitar perairan Selat Sunda," ujar Nico.

"Setiap petunjuk mengenai kemungkinan letak mereka, termasuk permintaan pencarian di sekitar Pulau Sertung, perlu diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh Tim SAR sesuai penilaian operasi," paparnya.

Legislator PDIP ini berambisi seluruh penumpang di speedboat bisa ditemukan dengan selamat. Ia juga meminta perusahaan tempat wartawan bekerja dilibatkan untuk tanggung jawab.

"Mereka memerlukan kepastian bahwa setiap petunjuk diperiksa, setiap kemungkinan ditelusuri, dan negara terus bekerja dengan sungguh-sungguh. Perusahaan media tempat para wartawan bekerja juga perlu dilibatkan agar tanggung jawab terhadap pekerja dan keluarganya dapat dipenuhi secara utuh," imbuhnya.

Diketahui, delapan orang lenyap kontak setelah berlayar ke dekat Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9). Lima wartawan nan berada dalam speedboat tersebut adalah M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni, wartawan lepas.

Mereka berbareng Warta selaku kapten speedboat, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu berangkat dari area Carita, Pandeglang, untuk meliput Gunung Anak Krakatau.

(dwr/eva)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News