PSIM Jogja resmi memperpanjang perjanjian pembimbing kepala Jean-Paul van Gastel selama satu musim untuk menghadapi kejuaraan Super League musim depan. Keputusan mempertahankan pembimbing asal Belanda itu disebut sebagai bagian dari proyek jangka panjang membangun fondasi permainan dan meningkatkan daya saing tim.
General Manager PSIM Jogja, Steven Sunny, mengatakan manajemen memandang perkembangan positif dari identitas permainan tim sepanjang musim. Menurutnya, van Gastel bisa menghadirkan style bermain menyerang dan penguasaan bola nan konsisten.
“Coach Van Gastel sudah membuktikan kapasitasnya sepanjang musim ini. nan terpenting, tim ini konsisten menunjukkan identitas permainan menyerang dan penguasaan bola dari awal hingga akhir musim,” kata Steven dalam rilis nan diterima Pandangan Jogja, Sabtu (23/5).
Steven menegaskan pembangunan tim nan kuat tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, PSIM memilih melanjutkan kerja sama dengan Van Gastel demi menjaga kesinambungan proyek tim sekaligus memperkuat fondasi menuju sasaran nan lebih besar.
Ia juga menyinggung proses pembangunan klub luar negeri sebagai gambaran pentingnya kesabaran dalam membentuk tim kompetitif. Ia mencontohkan Arsenal berbareng Mikel Arteta nan memerlukan waktu untuk membangun fondasi sebelum bisa bersaing di papan atas.
“Kami belajar dari banyak klub luar negeri, seperti Arsenal berbareng Mikel Arteta, bahwa kesuksesan memerlukan waktu, proses, dan fondasi nan kuat untuk mencapai tujuan utama,” ujarnya.
Usai dipastikan bertahan, van Gastel langsung memasang sasaran lebih tinggi untuk musim depan. Setelah menutup musim perdana promosi di Liga 1 dengan finis di ranking ke-11, dia mau Laskar Mataram naik level dan bersaing di papan atas klasemen.
“Pada musim nyaris selesai ini, sasaran awal kami adalah terhindar dari lembah degradasi. Hasil tersebut menjadi injakan awal bagus,” ujar Van Gastel.
“Musim depan, saya mau tim tampil lebih kompetitif. Kami bakal menyusun komposisi pemain terbaik agar bisa bersaing di papan atas klasemen,” lanjutnya.
Van Gastel juga berambisi support suporter di stadion semakin besar pada musim depan lantaran dinilai memberi daya tambahan bagi pemain. Ia mengaku menikmati musim pertamanya berbareng PSIM dan merasa nyaman tinggal di Yogyakarta.
“Saya menikmati pengalaman musim ini, sehingga saya mempunyai kebahagiaan dan daya sama seperti musim lalu. Jadi, saya sangat penuh harapan,” ungkapnya.
Ia menyebut atmosfer sepak bola, support suporter, hingga kehidupan di Yogyakarta menjadi argumen dirinya memilih bertahan.
“Saya pikir klub ini mempunyai jiwa. Jogja betul-betul kota bagus untuk ditinggali. Semua paket komplit ini membikin saya mau memperkuat setidaknya satu tahun lagi,” tutupnya.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·