Beberapa waktu lalu, momen pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner menjadi sorotan publik. Namun bukan hanya kedua mempelai nan mencuri perhatian, melainkan juga Kamari, putri Jennifer nan belum genap 3 tahun, taua tepatnya 2 tahun 10 bulan.
Banyak warganet dibuat kagum lantaran Kamari terlihat tenang dan tidak rewel selama rangkaian aktivitas pernikahan yang berjalan cukup panjang.
Tak sedikit nan bertanya-tanya, apakah perilaku seperti itu umum terjadi pada anak usia toddler?
Menurut Psikolog klinis, Gita Aulia Nurani, Mp.Psi, Psikolog, perilaku anak usia toddler alias sekitar 1–3 tahun memang sangat beragam. Gita menjelaskan bahwa ada beberapa aspek nan dapat membikin seorang toddler tampak anteng selama mengikuti aktivitas nan berjalan lama, seperti pernikahan.
Mengapa Ada Toddler nan Bisa Tetap Tenang di Acara Panjang?
-Pertama, aspek temperamen bawaan. Sejak lahir, setiap anak mempunyai karakter nan berbeda-beda. Sebagian anak mempunyai temperamen nan lebih tenang alias easy temperament, sehingga lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, tidak terlalu reaktif terhadap beragam stimulus, dan relatif lebih mudah diarahkan.
“Temperamen bawaan anak memang lebih tenang (easy
temperament).” ucap Gita.
-Selain itu, kebutuhan dasar nan terpenuhi juga berkedudukan besar. Anak nan cukup tidur, dalam kondisi kenyang, sehat, dan merasa kondusif umumnya lebih bisa mengendalikan perilakunya dibandingkan anak nan sedang capek alias tidak nyaman.
-Faktor lingkungan juga tidak kalah penting. Kehadiran orang-orang nan familiar serta suasana nan nyaman dapat membantu anak merasa kondusif sehingga lebih tenang selama aktivitas berlangsung.
-Beberapa orang tua juga mempersiapkan anak sebelum menghadiri aktivitas tertentu.
"Poin krusial adalah gimana orang dewasa di sekitar toddler melakukan tindakan preventif agar anak pun nyaman selama acara,” tegasnya.
Berapa Lama Rentang Fokus Toddler?
Banyak orang mengira bahwa anak nan terlihat tenang selama satu alias dua jam berfaedah mempunyai keahlian konsentrasi nan sangat baik. Padahal, menurut Gita, rentang perhatian anak usia toddler memang tetap terbatas.
Secara umum, anak usia 2 tahun mempunyai rentang perhatian sekitar 4–6 menit pada aktivitas nan kurang menarik. Sementara pada usia 3 tahun, rentang fokusnya berkisar antara 6–10 menit.
Namun pada aktivitas nan sangat disukai, anak bisa memperkuat lebih lama, apalagi mencapai 15 hingga 30 menit alias lebih.
“Sebenarnya, jika seorang toddler terlihat mengikuti aktivitas selama satu alias dua jam, bukan berfaedah dia konsentrasi penuh sepanjang waktu. Biasanya perhatian anak tetap naik turun,” imbuhnya.
Benarkah Perilaku Anak Dipengaruhi Genetik dan Gizi?
Perilaku anak sering kali dikaitkan dengan pola asuh. Namun menurut Gita, kenyataannya perilaku anak merupakan hasil hubungan dari banyak faktor. Gizi dan kesehatan bentuk juga sangat krusial lantaran berangkaian dengan perkembangan otak, keahlian belajar, serta konsentrasi anak.
“Ada juga gizi dan kesehatan bentuk nan berkedudukan krusial lantaran berangkaian dengan perkembangan otak dan keahlian konsentrasi. Selain itu, ada aspek lingkungan family dan paparan media,” kata Gita.
Oleh lantaran itu, ketika memandang seorang anak nan sangat tenang ataupun sangat aktif, orang tua tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa perihal tersebut sepenuhnya disebabkan oleh pola asuh ya, Moms.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·